289 Selasa, 15 Juli 2014 | 16:08:04

Jalur Kereta Menuju Bandara Soetta Pada 2015

Jalur Kereta Menuju Bandara Soetta Pada 2015panoramio

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang digagas pemerintah mematok Bandara Internasional Soekarna-Hatta akan tersambung dengan jalur kereta api dari Tangerang dan Jakarta pada Juli 2015 mendatang. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Dwiatmoko menyatakan, perkerjaan proyek yang belum selesai adalah rel ganda sepanjang 12 kilometer dari Stasiun Batu Ceper ke Seokarna-Hatta. Tetapi, pembangunan double track dari Stasiun Bukit Duri Jakarta – Tangerang sudah tuntas.

"Kami sudah menyelesaikan pembanguan double track Duri-Tangerang. Sedangkan 12 kilometer Batu Ceper-Soekarno Hatta akan dibangun PT KAI," ungkap Hermanto Dwiatmoko di Jakarta, berdasarkan kutipan dari Setkab.go.id, Selasa (15/7/2014).

Ia mengatakan, proyek komuter masih terkendala masalah utama yaitu pembebasan lahan yang terjadi di Kota Tangerang, Banten.

"Soal pengadaan lahan tidak ada target. Secepatnya. Pembangunan tergantung tanah," ujar Hermanto yang juga menyebutkan, Kementerian Perhubungan sebelumnya merencanakan kereta komuter Bandara Soekarno-Hatta dapat beroperasi pada September 2014.

Manggarai – Bandara Soekarno Hatta

Sementara, soal pembangunan double track jalur stasiun Manggarai – Bandara Soekarna Hatta yang berjarak 38 kilometer, menurut Dirjen Perkeretaapian itu, diharapkan memenuhi standar jarak tempuh maksimal 45 menit, seperti kereta-kereta yang beroperasi di bandara-bandara internasional lainnya.

"Di Jepang standar 40 menit. Standar kereta bandara. Kalau lebih dari itu, bukan kereta bandara namanya," jelas Dirjen.

Hermanto menyatakan bahwa PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan waktu tempuh Manggarai-Bandara sekitar 54 menit. "Stasiun pemberhentiannya adalah Manggarai-Sudirman Baru-Duri-Batu Ceper-Bandara Soetta," tegasnya.

Ia menilai, standar waktu yang diberikan PT KAI itu masih terlalu lama. Dibandingkan dengan kereta bandara di Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara, waktu tempuhnya masih lebih cepat.

"Kalau Medan 26-30 menit," tuturnya.

Moda transportasi kereta bandara dipercaya Hermanto merupakan moda transportasi paling tepat dalam mengatasi masalah yang ada. Kereta dapat memberi kepastian dibanding dengan kendaraan pribadi yang harus menempuh kepadatan dan kemacetan jalan.

Jika beroperasi, kata Hermanto, KRL bandara akan melayani penumpang dengan 128 perjalanan per hari. Kereta akan beroperasi selama 20 jam, sehingga diproyeksikan dalam setahunnya KRL bandara akan bisa mengangkut sekitar 10 juta-12 juta penumpang.

"Jumlah diangkut bisa 10 juta. Kalau jam peak bisa 12 juta (tahun). Sedangkan jarak antar kereta bisa sekitar 20 menit," pugas Hermanto.

 

 

 

Sumber: Liputan6

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita