376 Senin, 09 Juni 2014 | 14:10:39

Arena Amazonia, Stadion di Tengah Hutan

Arena Amazonia, Stadion di Tengah HutanArena Amazonia

Tahun 2014 ini pagelaran Piala Dunia sudah pasti dinanti oleh para penggemar sepak bola. Kali ini tuan rumahnya adalah Brazil , negeri Samba. Karena didaulat sebagai tuan rumah, 12 stadion Brazil kini siap dipakai untuk laga pertandingan piala dunia. Sebelumnya 12 stadion ini berlomba-lomba melakukan perombakan dan pembangunan yang baik demi tercapainya kesuksesan piala dunia.


Salah satu stadion yang akan digunakan dalam piala dunia nanti adalah Stadion Vivaldo Lima yang dibangun di kota Manaus, berada di tengah hutan hujan Amazon. Kini stadion Vivaldo Lima berganti nama menjadi Arena Amazonia. Stadion ini mulanya dinilai tidak memenuhi standar oleh FIFA, namun kemudian stadion ini dibongkar dan dibangun kembali pada tahun 2010 hingga diberi nama Arena Amazonia


Desain bangunan di tengah hutan Amazon membuat Arena Amazonia semakin menarik perhatian. Stadion ini dianggap sebagai stadion termewah dengan biaya renovasi 174 juta pond. Didesain dengan nuansa hutan hujan ala Amazon oleh  arsitek Severiano Mario Porto membuat tampilan stadion ini terlihat unik. Stadion dirancang menyerupai bentuk keranjang jerami dengan struktur logam yang menutup.


Severiano mengambil konsep ramah lingkungan dengan menampung air hujan yang kemudian melalui proses sterilisasi agar airnya dapat dimanfaatkan kembali sebagai air bersih. Pemanfaatan sinar matahari juga dilakukan untuk sumber daya energi dan keperluan tenaga listrik stadion tersebut. Arena Amazonia juga dilengkapi fasilitas olah raga lainnya, serta tempat rekreasi dan pusat perbelanjaan.  Kapasitas tempat duduk setelah direnovasi mencapai 47.000 kursi.

Sumber: Liputan6

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita