89 Senin, 12 Mei 2014 | 12:35:16

Unik! Rumah untuk Para Korban Tsunami Jepang

Unik! Rumah untuk Para Korban Tsunami Jepang

Jepang merupakan salah satu raksasa industri di dunia. Bahan untuk membicarakan Jepang seakan tak ada habisnya mulai dari perkembangan tehnologi, daerah yang rawan gempa bumi dan tsunami sampai pada keindahan alam dan keunikan budayanya. Tahun 2011 silam seakan menjadi mimpi buruk bagi masyarakat Jepang. Bencana gempa bumi dan tsunami membuat sebagian besar masyarakat Jepang kehilangan rumah.

Pemerintah Jepang tentunya tidak berpangku tangan. Mereka sudah menyediakan rumah boks untuk tempat tinggal sementara. Namun sayangnya, rumah boks ini tidak menyediakan kebutuhan dasar manusia seperti makan dan minum serta privasi dan keintiman. Ini yang menganggu kondisi psikologis korban hingga tak sedikit dari mereka yang memilih untuk bunuh diri.

Architecture Global Aid, firma arsitektur yang telah sukses membuat hunian sementara bagi daerah rawan gempa di Spanyol, bersama dengan sekelompok mahasiswa arsitektur dari Tokyo menawarkan solusi hunian sementara bagi para korban di Jepang.

Origami, seni melipat kertas khas Jepang, menjadi inspirasi hunian sementara tersebut.

Hunian yang terbuat dari kayu tersebut juga bisa dibongkar dan "dibangun" menjadi ruangan berukuran kecil dalam waktu singkat. Jika tidak digunakan sebagai tempat perlindungan, hunian sederhana itu bisa digunakan sebagai meja. Konstruksi sederhana itu tentu saja tidak bisa digunakan secara permanen karena tidak memiliki sistem ledeng, listrik, dan keperluan lainnya.

Hunian ini berbeda dengan apa yang sudah mereka buat di Spanyol. Hunian sementara di Spanyol terbuat dari karton tebal karena Spanyol memang tidak berpotensi tsunami.

Sumber : Fastcoexist

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita