95 Sabtu, 03 Mei 2014 | 14:18:38

Akuisisi BTN Bisa Dihentikan oleh Presiden

Akuisisi BTN Bisa Dihentikan oleh Presiden

Pakar properti Panangian Simanungkalit dan Anton R Santosa , Ketua DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) , satu suara dalam menolak rencana akuisisi BTN. Anton menyebutkan beberapa perundang-undangan seperti Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK, serta PP Nomor 28 Tahun 1999 tentang Merger, Konsolidasi, dan Akuisisi Bank, yang menyebutkan rencana akuisisi BTN sebenarnya boleh daja dilakukan karena tidak melanggar hokum.

Namun, pada pada kenyataannya hal tesebut sulit dilakukan. Ini menggingat BTN sejak tahun 1976 hingga tahun 2014 ini telah membiayai sekitar 3,7 unit rumah. BTN tidak hanya berperan dalam pembukaan rumah baru namun juga membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 15 pekerja per unit rumah.

BTN terbukti memudahkan masyarakat menengah kebawah untuk mendapatkan rumah impian mereka.

Panangian berpendapat bahwa akuisisi BTN hanya bisa dihentikan oleh Presiden dengan mencabut SK Menteri BUMN perihal izin pengakuisisian BTN dan pernyataan Direksi BTN bahwa saham pemerintah sebesar 60,14 persen di BTN akan dijual.

Bukan hanya membatalkan, Panangian berharap Presiden terpilih pada pemilu nanti pun harus segera merancang road map untuk memperkuat posisi dan peran BTN sebagai satu-satunya national housing bank di Indonesia.

"Bahkan dalam UU Perbankan, BTN harus diberi special treatment. Kalau memang BTN dianggap bank yang khusus menangani pembiayaan perumahan, harus diberi perlakuan khusus seperti itu karena beda dengan bank umum. Untuk itu, Presiden juga harus mengeluarkan inpres sebagai penugasan khusus itu untuk BTN karena dengan begitulah Presiden menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat," ujar Panangian, di Puri Avia Hotel & Resort, Cipayung, Bogor, Jumat (2/5/2014).

Aset BTN senilai Rp 150triliun dinilai Panangian sebagai bank yang sehat sehingga akuisisi BTN tidak perlu dilakukan.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita