88 Rabu, 02 April 2014 | 10:04:24

Inilah Wajah Kowloon Walled City

Inilah Wajah Kowloon Walled City

Di pengujung 1990-an, luas 6,5 hektar kawasan Kowloon Walled City, Hongkong, menjadi rumah bagi setidaknya 33.000 orang, bahkan diperkirakan hingga 50.000 jiwa. Itu benar-benar sebuah kepadatan penduduk, paling sedikit untuk area seluas 3,2 juta per mil persegi. Dengan kata lain, mungkinkah Anda berpikir bisa tinggal di sebuah rumah seluas 1.200 kaki persegi bersama 9 orang lain di dalamnya? Kemudian bayangkan bahwa bangunan milik Anda itu hanya satu unit di antara bangunan lain dua belas lantai gedung tersebut, dan setiap unit lainnya sama penuhnya seperti milik Anda. Nah, bisa dibayangkan, ratusan bangunan seperti itu berdesakkan dalam ruang seukuran empat lapangan sepak bola.

Semua itu dibangun tanpa campur tangan seorang arsitek. Pada saat itulah, kawasan ini menjadi tempat paling padat penduduknya di planet ini.

Itulah Kowloon Walled City, seperti digambarkan Greg Girard dan Ian Lambot dalam bukunya "City of Darkness Revisited", sebuah buku yang terus mereka perbarui. Sebuah perkembangan yang tidak biasa untuk memengaruhi para pembuat film, arsitek, penulis, desainer, seniman, ahli tata kota, desainer video game, dan sebagainya.

Di buku "City of Darkness Revisited" tersebut, keduanya menambahkan hal-hal atau material baru sebagai buku awal catatan fenomena arsitektur itu dengan foto-foto baru, gambar, peta, diagram, wawancara, dan komentar. Buku ini terdiri dari sebanyak 300 halaman dengan lebih dari 300 foto, gambar ,dan ilustrasi. Buku ini rencananya akan diluncurkan pada musim panas 2014 nanti.

Sumber             : Kompas
Sumber Gambar : Designboom

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita