110 Rabu, 02 April 2014 | 09:59:57

Pegembang Terbaik Dihasilkan dari Kompetisi

Pegembang Terbaik Dihasilkan dari Kompetisi

Salah satu faktor yang memengaruhi pertimbangan konsumen dan publik dalam membeli properti adalah reputasi dan rekam jejak pengembang. Konsumen akan lebih memercayai dan membeli properti yang dibangun pengembang seperti ini. Hanya, tak semua pengembang punya reputasi dan rekam jejak bagus. Bahkan dari sekian ribu anggota asosiasi pengembang Indonesia atau Real Estat Indonesia (REI), ada saja yang berulah negatif alias pengembang nakal. Mereka mengakali konsumen dengan dalih-dalih tertentu.

Nah, bagaimana cara memilah dan memilih pengembang bonafid dan tepercaya? Salah satunya adalah dengan menilik apresiasi yang diberikan oleh lembaga tepercaya. Apresiasi tersebut tidak sembarang diperoleh, melainkan melalui sebuah kompetisi.

Kompetisi akan menghasilkan pengembang terbaik. Tidak saja terbaik dalam produk properti, juga dalam hal kemampuan pengembang melayani konsumennya, membangun masyarakat di lokasi sekitar proyek berada, dan kontribusi mereka terhadap kemajuan industri properti secara umum.

Ignesjz Kemalawarta, Direktur Sinarmas Land,  mengakui, memenangkan sebuah kompetisi yang dibuat oleh lembaga tepercaya pada kenyataannya tidak hanya dapat meningkatkan pamor, melainkan juga kepercayaan publik. Pasalnya, dalam sebuah kompetisi, akan diuji kemampuan pengembang dalam segala hal dengan penilaian terukur.

"Meski tidak ada faktor tunggal yang menentukan efek positif majunya sebuah perusahaan dan peningkatan pendapatan, tetapi, memenangkan penghargaan bisa menjadi salah satu faktor kuat majunya sebuah perusahaan," ujar Ignesjz, Senin (31/3/2014).

Usai mengikuti kompetisi dan menjadi salah satu terbaik, lanjut Ignesjz, brand yang dimiliki Sinarmas Land, yakni Bumi Serpong Damai (BSD) semakin kuat. BSD menjadi terbaik dalam ajang  Indocement Awards kategori developer dua kali berturut-turut pada 2010, dan 2012.

"Dua kali Indocement Award (2010 dan 2012), BSD berhasil dua kali pula memenangkannya. Hal ini membuktikan pihak luar yang kompeten menilai keunggulan pengembangan BSD," tandas  Ignesjz.

Menurutnya, selain Indocement Awards, Sinarmas Land pun sudah memenangkan berbagai kompetisi internasional. Tidak salah jika dia mengkategorikan brand-nya merupakan salah satu merek dagang "kuat" dalam industri properti nasional.

"Brand yang kuat ini salah satu penunjang peningkatan minat pasar. (Minat pasar) diukur melalui peningkatan penjualan. Tidak ada single factor penentu peningkatan penjualan. Banyak faktor berakumulasi. Secara kumulatif penjualan, BSD naik terus dari tahun ke tahun. Demikian juga profit. Pada 2013 BSD mencapai profit tertinggi diantara perusahaan go public," paparnya.

Ghofar Rozaq Nazila, CEO Relife Property Group, berpendapat senada. Menurutnya, mengikuti sebuah kompetisi dan memenangkan penghargaan sebagai salah satu terbaik berdampak positif pada penguatan citra (image) merek dan juga produk yang dihasilkan Relife Property.

"Persepsi eksternal terhadap kinerja Relife semakin menguat. Hal ini mendorong kami untuk senantiasa optimistis. Meski tidak sampai memengaruhi pada kinerja penjualan, namun penghargaan sama halnya dengan pengakuan terhadap kinerja kami," tandas Ghofar, Jumat (28/3/2014).

Kompetisi Indocement Developer Awards sendiri sebenarnya bagian dari Indocement Awards. Pendaftaran untuk ikut serta dalam perhelatan yang diadakan setiap dua tahun sekali ini sudah dibuka sejak 24 Maret lalu sampai 30 Juni 2014 mendatang. Harapannya, akhir tahun ini, pengembang terbaik dan di bidang konstruksi bisa terjaring.

Salah satu anggota dewan juri kompetisi tersebut, khususnya untuk kategori Indocement Developer Award, Ali Tranghanda, mengatakan, ajang kompetisi adalah sebuah pembuktian sepak terjang pengembang selama ini.

"Mereka yang sudah melakukan inovasi, terobosan, dan ikut membangun lingkungan di mana proyek pengembangan tersebut berada, seharusnya tidak takut mengikuti kompetisi ini. Kriteria penilaian mencakup semua hal yang selama ini mereka lakukan kok. Seperti community development, sustainability development, kepuasan pelanggan, dan lain-lain," ungkap Ali.

Kompetisi semacam ini, tambah Ignesjz, merupakan salah satu cara membangun brand. Berbeda dengan iklan, cara ini membuktikan ketangguhan dan kualitas sebuah perusahaan pengembang. Konsumen, baik itu perorangan, negara, maupun perusahaan asing, tetap perlu cerdas dan cermat menanggapi hasil kompetisi. Di sisi lain, perlu juga mencermati jika kemenangan sebuah perusahaan terjadi berkali-kali, baik dalam kompetisi nasional maupun internasional.

Editor    : Hilda B Alexander
Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita