50 Kamis, 27 Maret 2014 | 09:26:37

Survei Properti Dilakukan Menyusul Anjloknya Penjualan

Survei Properti Dilakukan Menyusul Anjloknya Penjualan

China memperluas survei properti tahunan untuk membantu kebijakan perumahan di lebih dari 300 kota. Ini dilakukan di tengah kekhawatiran kelebihan pasokan di kota-kota yang lebih kecil. Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional China (NDRC) mengeluarkan pemberitahuan bahwa survei tersebut diperluas ke kota-kota di tingkat prefektur. Pemerintah diminta untuk melihat rumah, lahan penjualan, serta data harga perumahan.

Berdasarkan data Biro Statistik Nasional, China memiliki 333 kota tingkat prefektur dan empat kotamadya pada akhir 2012 lalu. Prefektur tingkat kota umumnya memiliki populasi non- pertanian.

Seperti diketahui, harga rumah dan penjualan properti di China telah melemah tahun ini dan pengembang di beberapa kota sudah mulai memotong harga. Penjualan rumah di negara itu turun 5 persen dalam dua bulan pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, di kota-kota lebih sedikit menunjukkan kenaikan harga rumah, terutama pada Februari lalu.

PM China Li Keqiang bulan ini mengatakan pemerintah akan mengatur pasar perumahan dengan lebih spesifik. Aturan untuk tiap kota akan berbeda dengan kota lainnya, terutama untuk memperhitungkan kondisi lokal. Survei properti tahunan biasanya dilakukan pada awal tahun sebagai acuan bagi kebijakan pemerintah dan tidak dipublikasikan.

NDRC mengatakan, sebagai bagian dari survei, pihak NDRC juga mencari nasihat dari pengembang tentang kebijakan properti. Sementara itu, pemerintah daerah diwajibkan menyerahkan hasil surveinya pada 10 April mendatang.

"Dalam beberapa bulan terakhir sektor properti berada di bawah tekanan. Penjualan jatuh begitu cepat, dan investasi serta penurunan harga properti terjadi di banyak daerah," kata analis Goldman Sachs Group dalam sebuah laporan penelitiannya, Jumat (21/3/2014).

"Sekarang kita melihat lebih banyak ruang dan kebutuhan untuk menyesuaikan kebijakan properti," tambah analis tersebut.

Sebelumnya, berita runtuhnya Zhejiang Xingrun Real Estate Co bulan ini memicu kekhawatiran bahwa utang bisa membanjiri lebih banyak pengembang. Pemerintah Fenghua, tempat Xingrun berasal mengatakan, bahwa pada 19 Maret telah bertemu dengan para pejabat dari enam kreditur untuk membahas utang perusahaan raksasa properti itu.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita