106 Kamis, 20 Maret 2014 | 10:58:31

PT Waskita Jelaskan Penyebab Rumah Warga yang Rusak

PT Waskita Jelaskan Penyebab Rumah Warga yang Rusak

Sebanyak 22 kepala keluarga (KK) mengungsi setelah rumah-rumahnya rusak imbas tanah jalan tol ambles. PT Waskita selaku pelaksana proyek tol Gempol-Porong, memastikan kondisi itu tak mempengaruhi konstruksi tol secara keseluruhan. Tanah yang ambles merupakan tanah pemadatan yang digunakan sebagai plengsengan sisi utara jembatan layang tol yang melintas di atas jalan Pantura Gempol-Bangil.

Akibatnya, puluhan rumah di sebelah barat plengsengan rusak.

"Tanah pemadatan ambles sedalam 3 meter sehingga menyebabkan tanah di pemukiman warga terangkat setinggi 2 meter. Itu yang menyebabkan rumah rusak," kata Anang Nurtahlis, Kepala Proyek Tol, Rabu (19/3/2014).

Menurut Anang, tanah plengsengan yang ambles sepanjang 116 meter. Namun yang paling ekstrim sepanjang 100 meter. Kondisi tersebut normal karena lahan tersebut awalnya rawa.

"Saat ini kami tetapkan radius 20 meter dari lokasi harus steril," jelasnya.

Anang memastikan, kejadian tersebut tak berpengaruh pada konstruksi jembatan layang.

"Tak ada pengaruhnya. Kalau konstruksi jembatan sudah selesai (tak ada masalah)," pungkasnya.

Saat ini, terdapat 8 rumah yang mengalami kerusakan parah akibat kejadian ini. Rumah-rumah yang berjarak 5-10 meter dari jalan tol tersebut retak. Tiang-tiang peyangganya juga banyak yang retak sehingga bangunan rumah miring.

Warga sudah mengosongkan rumah-rumah mereka karena khawatir rumah mereka ambruk. Untuk memastikan kelayakan lahan apakah masih layak huni atau Tahlis mengatakan tim teknis Jasa Marga akan ke lokasi untuk melakukan kajian. Jika dinyatakan tak layak, maka warga akan direlokasi. Tim tersebut berasal dari ITS, ITB dan Universitas Parahyangan.

Sumber : Detik

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita