73 Kamis, 20 Maret 2014 | 10:40:55

Langkah Kempera Atasi Rumah Tak Layak Huni

Langkah Kempera Atasi Rumah Tak Layak Huni

Kementerian Perumahan Rakyat (Kempera) terus berupaya keras mempercepat pembangunan perumahan di seluruh Indonesia melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk melalui dana bantuan sosial (bansos) dan dana bergulir. Jamil Ansari, Deputi Bidang Perumahan Swadaya, Kempera, mengatakan, langkah tersebut untuk mewujudkan visi Kempera yaitu setiap keluarga Indonesia menempati rumah layak huni.

Langkah-langkah yang dilakukan Kempera, kata Jamil, adalah melakukan kegiatan bedah rumah untuk menurunkan angka jumlah rumah tidak layak huni yang saat ini sudah mencapai 7,9 juta unit.

"Kita terus menurunkan angka tersebut setiap tahun," katanya di Jakarta, Rabu (19/3).

Dia mengatakan, sejak tahun 2006 sampai 2011 pihaknya sudah menangani 108.500 unit rumah. Mulai tahun 2012, kata dia, penanganannya meningkat secara signifikan yaitu 250.000 unit rumah layak huni setiap tahun.

Dengan demikian, sampai akhir tahun 2014 penanganan rumah tak layak huni mencapai 858.000 unit, atau sampai dengan akhir 2014 angka rumah tak layak huni masih tersisa 7,1 juta unit.

Penanganan sisa rumah tidak layak huni ini, kata dia, akan tuntas 2025 dengan rata-rata penanganan per tahun sebesar 720.000 unit.

"Namun dalam situasi pesimistis, akan selesai tahun 2030 dengan rata-rata penanganan per tahun 480.000 unit rumah," lanjutnya.

Kempera juga akan melaksanakan pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) di desa-desa yang dibedah. Artinya, bedah rumah di satu desa sudah benar-benar tuntas. Tidak ada lagi lingkungan kumuh, kekurangan air bersih, listrik, mandi cuci kakus dan buang sampah di sembarang tempat.

Sumber : Berita Satu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita