77 Kamis, 13 Maret 2014 | 17:15:27

Sudah Saatnya Pengembang Jangan Hanya Cari Untung

Sudah Saatnya Pengembang Jangan Hanya Cari Untung

Sudah saatnya bagi pengembang untuk berkontribusi secara konseptual dengan meningkatkan kualitas hidup dan sumber daya manusia, baik di dalam maupun di luar lingkungan perumahan yang mereka kembangkan. Pengembang jangan punya sikap egois.

Mohammad Danisworo, Pakar perencana kota sekaligus Principal PDW Architects, mengutarakan hal itu usai "Kick-off Meeting" penyelenggaraan Indocement Awards 2014, Rabu (12/3/2014). Menurut Danisworo, selama ini kebanyakan pengembang hanya membangun dan menjual rumah (properti) tanpa memikirkan kualitas hidup dan manusianya menjadi lebih baik (community development).

"Komersial atau cari untung boleh, namun yang paling penting adalah memberikan manfaat dan nilai tambah," ujarnya.

Pengembang, lanjut Danisworo, harus mampu menyebarkan nilai-nilai positif di sekitar lingkungan hunian yang mereka kembangkan. Produk propertinya harus dapat beradaptasi sekaligus bisa memperbaiki lingkungan, termasuk di dalamnya perbaikan nilai-nilai ekonomi, sosial, budaya, dan sebagainya.

"Pengembangan berkelanjutan, ramah lingkungan, hemat energi, dan mendidik masyarakat menjadi lebih bertanggung jawab terhadap lingkungannya. Itu peran vital pengembang," papar Danisworo.

Pendek kata, menurut Danisworo, rumah adalah ruang hidup yang memungkinkan penghuninya mengalami pembelajaran serta membentuk karakter dan masa depannya.

Terkait penyelenggaraan Indocement Awards 2014, Danisworo menilai, bahwa kompetisi ini merupakan upaya positif untuk memberikan motivasi kepada pengembang agar mampu menghasilkan produk properti yang inovatif, kreatif serta berkelanjutan tanpa merusak lingkungan.

Editor    : Latief
Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita