102 Jum'at, 07 Maret 2014 | 10:53:50

Dubai Berambisi Bangun Dek Observasi Tertinggi di Bumi

Dubai Berambisi Bangun Dek Observasi Tertinggi di Bumi

Lagi, Dubai tak puas hanya memiliki Burj Khalifa, pencakar langit multifungsi tertinggi di jagat bumi. Kota terbesar kedua di Uni Emirat Arab ini, berencana memecahkan rekor baru dengan membangun dek observasi sekaligus bangunan komersial terjangkung di dunia. Melalui Dubai Multi Commodities Center (DMCC), Dubai merancang Burj 2020. Di dalamnya mencakup dek observasi yang dapat mengakses panorama dalam 360 derajat.

CEO Dubai Multi Commodities Center, Ahmed bin Sulayem, mengatakan, dek observasi miliknya sangat istimewa.

"Berbeda dengan dek observasi yang ada di seluruh dunia yang tidak menawarkan pandangan 360 derajat. Akan tetapi, Burj 2020 memungkinkan Anda melihat dunia secara penuh," ujarnya.

Ahmed melanjutkan, DMCC berencana untuk menambah kubah organik atau semi-kubah di atap dek tersebut sehingga seseorang dapat berjalan-jalan dengan nyaman, tanpa ada satu pun benda yang menghalangi pandangan.

"Ini tidak hanya akan memaksimalkan efisiensi dek, tetapi juga menampung lebih banyak orang," tambahnya.

DMCC menolak mengungkapkan ketinggian dan dimulainya waktu konstruksi dek observasi tersebut. Namun, satu yang pasti, mereka berkomitmen memecahkan catatan dunia yang disematkan pada Canton Tower, Guangzhou, China, yang berada di ketinggian 488 meter.

Rekor Canton Tower ini mengalahkan posisi dek observasi Skywalk 100 di Shanghai World Financial Center yang "melayang" 474 meter di atas permukaan tanah, dan Burj Khalifa yang berada di ketinggian 452 meter.

Sementara untuk kategori bangunan komersial tertinggi di dunia, Dubai berambisi mengalahkan Taipei 101. Bangunan ini mengangkasa hingga 508 meter. Mereka bakal mendirikan Jumeirah Lake Tower dengan rancangan menjulang sampai 700 meter.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita