287 Kamis, 06 Maret 2014 | 10:33:58

REI: Banyak Faktor yang Mempengaruhi Properti

REI: Banyak Faktor yang Mempengaruhi Properti

Wajar bila sektor properti dapat dikatakan sebagai lokomotif perekonomian suatu negara. Namun, ketika kebijakan pemerintah yang tidak mendukung, bahkan cenderung menghambat sektor tersebut, efeknya pun terasa hampir keseluruh sektor bisnis. Hal tersebut dipaparkan dalam diskusi ringan DPP REI soal proses bisnis industri realestat yang digelar kemarin (5/3).

Soal kenaikan suku bunga KPR yang terus melambung, akibat melemahnya rupiah, Eddy Hussy, Ketua Umum DPP REI menghimbau pemerintah untuk jeli mencermati kondisi pasar properti saat ini.

Pasalnya menurut Eddy, kenaikan suku bunga KPR telah memberi dampak buruk terhadap bisnis properti. Melejitnya bunga KPR juga telah menurunkan daya beli masyarakat terhadap properti.

“Di sektor bisnis apapun, jika suku bunga tinggi, yang pertama terkena imbasnya adalah masyarakat. Begitu pula di sektor properti. Kenyataannya, konsumen jadi sedikit menahan dan terjadi penurunan penjualan,” ungkap Eddy.

“Dengan kenaikan tersebut, konsumen merasa terbebani. Daya beli menurun sekitar 20%, imbas yang dikhawatirkan oleh perbankan adalah kredit macet. REI khawatir, bunga KPR melejit masyarakat menunda beli properti,” terangnya.

“Kami berharap, nilai rupiah dapat kembali menguat, suku bunga dapat kembali normal dan terjangkau oleh masyarakat. Pastinya, bisnis properti pun akan tumbuh kembali,” urai Eddy.

Menyingkapi suku bunga yang naik

Melemahnya nilai tukar mata uang Rupiah membuat Bank Indonesia mengambil keputusan untuk menaikkan suku bunga acuan BI rate menjadi 7,5%. Hal ini tentu memengaruhi besaran suku bunga KPR menjadi dua digit. Lantas, ketika konsumen harus mengambil KPR saat suku bunga tinggi, apa saja yang harus diperhatikan?

Prieyadi Ekarto, Wakil Ketua REI Bidang Pembiayaan mengatakan, saat suku bunga acuan tinggi, otomatis spread menuju besaran suku bunga kredit akan semakin tinggi.

“Pengambil kredit akan mengalami bunga yang cukup tinggi juga,” kata Prieyadi (5/3).

Dikatakannya, end user sebaiknya memerhatikan besaran bunga kredit jika akan membeli rumah dengan menggunakan sistem kredit. Saat suku bunga tinggi, perbankan otomatis akan mengerem penyaluran kredit.

“Perbankan menjalankan prinsip kehati-hatian, jadi mereka mengerem penyeluran kredit karena khawatir ada kredit macet,” terang dia.

Prieyadi menambahkan, sebaiknya end user memilih perbankan dengan kemampuan penyaluran kredit yang kuat. Sehingga jika pun ada pengurangan kuota penyaluran kredit akibat tingginya suku bunga, tidak akan terlalu besar.

“Kalau dia memang kuat penyaluran kreditnya, maka dia ngga akan terlalu mengerem,” pungkasnya.

Bila Rupiah menguat, properti pasti terpengaruh?

Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Eddy Hussy mengatakan, menguatnya nilai tukar rupiah tak banyak mempengaruhi sektor properti.
 
"Kalau dibilang rupiah menguat, lalu otomatis harga naik tentu tidak mempengaruhi. Justru pengaruhnya ada di penjualan yang akan lebih baik sedikit karena ada respon positif dari masyarakat," katanya.
 
Meski ada penguatan nilai tukar rupiah, lanjutnya, tidak akan mengubah target pertumbuhan pasar properti yang beberapa waktu lalu ditargetkannya yang mencapai 10 persen.
 
"Target yang kita canangkan masih tetap. Masih sangat dini kalau berbicara perubahan target," ujarnya.
 
Sementara itu terkait tahun politik, Eddy mengaku hal tersebut tak terpengaruh dengan pembangunan atau penjualan rumah.
 
" Pemilu tidak pengaruh. Masyarakat kita sudah dewasa dan demokrasi," tutupnya

Sumber : Rumah, Rumah123, Rumahku


📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita