216 Selasa, 04 Maret 2014 | 11:18:32

Benarkan BTN Diambil Alih Oleh Bank Mandiri dan BRI?

Benarkan BTN Diambil Alih Oleh Bank Mandiri dan BRI?

Isu akuisisi terhadap Bank Tabungan Negara Tbk (Bank BTN) oleh Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia (Bank BRI) semakin berhembus kencang. Sesungguhnya, rencana akuisisi ini sudah diwacanakan sejak era kepemimpinan Menteri BUMN Tanri Abeng.

Pengamat Ekonomi Faisal Basri menjelaskan, lini bisnis utama atau core business pemberian kredit sektor perumahan (KPR) sudah terlanjur melekat dalam diri BTN. Jika BTN dilebur dengan bank BUMN lain, maka kedigdayaan BTN sebagai bank pemberi KPR tinggal cerita.

"Nantinya akan mengganggu fokus morgage bank tersebut. Kalau BTN kan bank khusus morgage bank (KPR). Kalau dibeli salah satu bank BUMN lain, fokusnya pudar," ujarnya, di Jakarta, Senin (3/2).

Selama ini BTN dikenal sebagai bank pelat merah yang fokus pada pemberian kredit sektor perumahan. Ini terbukti dengan portofolio kredit Bank BTN yang mayoritas berada pada segmen perumahan.

Dari kinerja kuartal terakhir tahun lalu saja, segmen kredit perumahan menjadi nilai jual Bank BTN sebesar 86 persen dan sisanya 13 persen disalurkan pada segmen di luar perumahan. Sementara kredit dan pembiayaan perseroan naik 23,41 persen menjadi Rp 100,46 triliun dibanding kuartal IV 2012 sebesar Rp 81,41 triliun.

Dalam pandangannya, seharusnya tidak perlu ada akuisisi terhadap BTN. Justru sebaliknya, perlu ada penguatan agar BTN semakin tangguh di sektor KPR.

"Untuk itu, maka seharusnya tidak perlu ada akuisisi," jelas dia.

Jika BTN dilebur dengan Bank Mandiri dan BRI, Faisal justru meragukan visi pemerintah menyediakan perumahan yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.

"Tergantung visi pemegang saham, pemerintah. Kalau memang pemerintah berketetapan hati ingin membesarkan morgage bank untuk memajukan sektor perumahan, ya sudah dia (Bank BTN) jadi bank spesialis. Tidak perlu dibeli bank lain yang punya ciri yang berbeda sekali dengan BTN," ungkapnya.

Sebelumnya, beredar isu yang menyebutkan bahwa Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri berencana mengakuisisi BTN. Lantaran belum ada kejelasan soal isu ini, Direktur Utama Bank BTN Maryono menanggapi dingin kabar tersebut.

Menurutnya, isu pencaplokan tersebut belum terbukti kebenarannya. Namun pihaknya tidak buru-buru menutup kemungkinan itu.

"Isu itu belum tentu benar dan belum tentu salah. Bukan fakta dan kenyataan. Kami tetap konsentrasi bagaimana meningkatkan performance lebih baik," ujarnya saat acara 'paparan kinerja Bank BTN TW4 2013' di Kantor Pusat Bank BTN, beberapa waktu lalu.

Dia menuturkan, sejauh ini belum ada pembicaraan serius terkait isu akuisisi dua bank pelat merah itu terhadap BTN.

"Sampai saat ini manajemen belum pernah diajak bicara masalah akuisisi, baik oleh Bank Mandiri maupun BRI," ungkapnya.

Sumber : Yahoo News

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita