208 Selasa, 04 Maret 2014 | 10:07:04

Kemarin, Bandung Timur Disergap Banjir

Kemarin, Bandung Timur Disergap Banjir

Banjir cileuncang lagi-lagi menyergap Kota Bandung, Senin (3/3/2014) pagi. Hujan deras yang turun sejak Minggu (2/3/2014) malam membuat sejumlah ruas jalan tergenang. Di kawasan timur Kota Bandung, Jalan Rancabolang masih tetap menjadi langganan banjir cileuncang. Ketinggian air bervariasi, antara 10 hingga 50 Cm. Posisi Rancabolang yang lebih rendah dari jalan utama Margacinta, membuat banjir cileuncang sulit surut. Hingga pukul 09.00 WIB, air masih menggenangi kawasan yang kerap menjadi alternatif akses menuju Jalan Soekarno-Hatta.

Air mulai menggenang sejak awal masuk kawasan Jalan Rancabolang, tepatnya depan Masjid Raya Pondok Pesantren Cijawura Margasari. Genangan air terlihat sepanjang sekitar 100 meter mulai jalan utama.

Masih di ruas Jalan Margacinta tak jauh dari Rancabolang, banjir cileuncang menyergap kawasan Cijawura Hilir. Namun, kondisinya tak terlalu parah. Genangan air hanya tampak sepanjang kurang lebih 5 meter dengan ketinggian 5 sampai 10 cm.

Banjir cileuncang juga menyergap ruas Jalan Margacinta. Dari arah timur, posisi banjir berada sebelum Jalan Cijawura Girang. Air menggenang sepanjang sekitar 100 meter hingga menghambat arus lalu lintas.

Sama dengan Rancabolang, ruas jalan yang lebih rendah membuat air cepat menggenang saat hujan mengguyur. Minimnya drainase memperparah kondisi itu. Hingga pukul 09.00 WIB, banjir cileuncang masih tampak merendam sebagian jalan.

Jalan Terusan Kiaracondong pun tak luput dari banjir cileuncang. Meski tak separah Margacinta, cileuncang menggenangi akses jalan tak jauh dari SMPN 18. Sementara itu itu, banjir tampak menyergap lapangan upacara SD Negeri Karang Pawulang Jalan Karawitan.

Sumber : Detik

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita