148 Senin, 03 Maret 2014 | 11:14:27

Dicari, Pelaku Industri Konstruksi Peduli Lingkungan

Dicari, Pelaku Industri Konstruksi Peduli Lingkungan

Indonesia merupakan negara dengan potensi besar untuk berkembangnya ide-ide konstruksi berkelanjutan. Hal ini turut didukung proses pembangunan yang pesat.  Sayangnya saat ini masih banyak pihak yang kurang memperhatikan konsep berkesinambungan. Guru Besar Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Indonesia, Gunawan Tjahjono, mengatakan, ia  tidak melihat proses dan pengelolaan konstruksi di Indonesia dilakukan dengan benar mengacu pada sustainable construction. Semua masih dilakukan dengan serampangan dan seenaknya.

"Ketidakpedulian terhadap pelestarian lingkungan tercermin dari ketiadaan jumlah gedung hijau. Biaya investasi pembangunan yang tinggi sering menjadi kendalanya. Padahal dengan penambahan biaya sebesar 5 persen, penggunaan energi yang dihemat bisa mencapai hingga 50 persen.  Selain itu masih banyak bangunan yang tidak memperhatikan area resapan air, hal ini menyebabkan potensi banjir saat musim hujan tiba," tutur Gunawan usai keterangan pers Perkembangan Kompetisi Holcim Awards ke-4, di Jakarta, Sabtu (1/3/2014).

"Pembangunan hijau atau gedung hijau tidak sekadar bisa memproduksi oksigen. Juga bagaimana proses dan pengelolaan konstruksinya dapat mengubah sikap penghuni dan masyarakat di sekitarnya secara sosial dan gaya hidup untuk memperhatikan lingkungan berkelanjutan. Jadi, saya berkesimpulan, belum ada gedung hijau di Indonesia," tegas Gunawan.

Padahal, tambah Gunawan, industri konstruksi berperan besar dalam mendukung perkembangan lingkungan dan masyarakat. Tidak hanya berpotensi sebagai tempat beraktivitas, bangunan yang baik akan mampu meningkatkan kualitas hidup penggunanya.

Konstruksi berkelanjutan, seharusnya memperhatikan aspek 5 P yakni Progress, People, Planet, Prosperity, dan Proficiency. Aspek 5 P tersebut menuntut rencana pembangunan yang inovatif dan berkelanjutan, mengakomodasi kebutuhan serta memberdayakan sekitarnya, memperhatikan kelestarian sumber daya alam, mampu memberikan kontribusi bagi kesejahteraan, serta tetap memperhatikan estetika tata ruang publik.

Berdasarkan Outlook for Construction Output by Country in Emerging Markets yang dilansir Global Construction Perspective and Oxford Economics, Indonesia, bersama China dan India mengalami pertumbuhan sektor konstruksi lebih dari 6 persen selama satu dekade, 2010 hingga 2020. Bayangkan, betapa potensi penggerusan sumber daya alam bakal lebih banyak lagi.

Oleh karena itulah, PT Holcim Indonesia Tbk menggelar kompetisi Holcim Awards tahun ini dengan tema konstruksi berkelanjutan (sutainable construction).

Holcim Awards, merupakan kompetisi global yang bertujuan mencari proyek maupun ide yang menerapkan konsep konstruksi berkelanjutan. Tujuannya adalah membangun solusi berkelanjutan bagi masa depan masyarakat agar proses pembangunan yang dilakukan tetap memperhatikan kebutuhan generasi yang akan datang.

"Kami tergerak untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai sustainable construction melalui kompetisi Holcim Awards yang kami selenggarakan," ujar Juhans Suryantan, Vice President Sales Holcim Indonesia.

Holcim Awards tahun ini menyediakan total hadiah 2 juta dollar AS (Rp 23,1 miliar) dengan dua kategori utama yaitu Main Category dan Next Generations. Kompetisi ini terbuka untuk para insinyur, arsitek, kontraktor, pemilik proyek yang menunjukkan kepedulian dalam menerapkan konsep sustainable construction.

Holcim juga memberi kesempatan bagi para mahasiswa dan profesional muda untuk menuangkan ide mereka mengenai rancang bangun dengan mengadopsi konsep sustainable constructions untuk kategori Next Generations. Penganugerahan penghargaan akan dilakukan pada November mendatang di Jakarta.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita