117 Rabu, 26 Februari 2014 | 15:09:00

Jepang, Dilirik Raksasa Judi AS

Jepang, Dilirik Raksasa Judi AS

Perusahaan judi raksasa asal Amerika Serikat, Las Vegas Sands Corp (LVS), memutuskan untuk fokus berekspansi ke Asia. Setelah Makau, LVS berencana menginvestasikan dana 10 miliar dollar AS (Rp 116,1 triliun) di Jepang. LVS memilih Jepang karena negara ini tengah membahas legalisasi perjudian di parlemen. Jika hal itu terealisasi, perusahaan judi tersebut akan langsung membangun sarana beserta fasilitas pelengkap perjudiannya.

"Kami akan menghabiskan apapun yang diperlukan, mulai membangun hotel, resor, dan fasilitas kasino. Kami bisa saja membayar semuanya secara kontan, namun hal ini tidak akan dilakukan. Kami memilih opsi pinjaman bank," ujar CEO Las Vegas Sands Corp, Sheldon Andelson.

Imperium bisnis perjudian terbesar berdasarkan nilai pasar tersebut akan membuka kantor cabang dan menambah stafnya di Jepang. LVS juga akan mempertimbangkan bekerja sama dengan mitra lokal yang bisa memberikan kontribusi keuangan lebih banyak.

Legalisasi kasino
Berbeda dengan bentuk perjudian lainnya yang sudah legal, kasino saat ini masih dilarang di Jepang. Namun, pelarangan tersebut tampaknya bakal berakhir karena parlemen Jepang telah membahas RUU legalisasi kasino pada Desember 2013. Pembahasan lanjutan diharapkan akan berlangsung pada musim semi 2014.

Seorang anggota Partai Demokrat, Takeshi Iwaya, mengatakan, pembahasa regulasi tersebut adalah kesempatan terbaik untuk perkembangan kasino di Jepang.

"Saya ingin memastikan hukum ini berlaku," ujarnya.

Minat melegalkan kasino kian meningkat saat Tokyo terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade 2020. Beberapa perusahaan perjudian kakap, yaitu LVS, MGM Resorts International dan Wynn Resorts Ltd, tertarik membenamkan investasinya di negeri Matahari Terbit itu.

Menurut Union Gaming Group, pasar kasino Jepang diperkirakan menghasilkan 10 miliar dollar AS (Rp 116,1 triliun) per tahun. Angka ini memang masih jauh di bawah pendapatan pasar judi terbesar Asia di Selatan China, yakni Makau.

LVS sendiri menjadi salah satu operator judi di Makau lebih dari satu dekade lalu dan sekarang masih memimpin perolehan pendapatan. Pada 2013, portofolio perjudian Makau berkontribusi 61 persen terhadap total pendapatan LVS. Pendapatan ini berasal dari penyewaan hotel, resor, dan kasino.

LVS mengalihkan investasinya di Asia, setelah rencana membangun resor dan kasino terpadu di Madrid, senilai Rp 30 miliar dollar AS (Rp 348,4 triliun) dianulir pemerintah Spanyol.

Editor    : Latief
Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita