39 Selasa, 25 Februari 2014 | 14:26:30

Resor dan Kasino Bakal Menyesaki Vietnam

Resor dan Kasino Bakal Menyesaki Vietnam

Investor Vietnam berencana menanamkan modal miliaran dollar AS guna mengembangkan resor dan kasino besar. Fasilitas-fasilitas ini ditujukan untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan asal China yang jumlahnya melonjak lebih dari 35 persen tahun lalu. Investor tersebut adalah VinaCapita, perusahaan manajemen lokal yang akan mengembangkan kompleks wisata terintegrasi senilai 4 miliar dollar AS atau ekuivalen dengan Rp 46,7 triliun. Kompleks wisata ini berada di Da Nang, Vietnam Tengah, dan akan berisi resor, serta sejumlah kasino berukuran raksasa.

CEO VinaCapita, Don Lam, mengatakan, Da Nang memiliki daya tarik untuk pengunjung China, yakni pantai kota yang indah. Selain tarif hotelnya relatif lebih murah, jaraknya hanya 1,5 jam dari China dengan menggunakan pesawat.

Selain Da Nang, provinsi lain yang bakal dipenuhi proyek kasino besar adalah Lang Lagu. Nilai investasi untuk proyek itu mencapai 2 miliar dollar AS (Rp 23,3 triliun). Adapula proyek Vung Tau dengan nilai 4,1 miliar dollar AS (Rp 47,8 triliun), dan Phu Yen senilai 4 miliar dollar AS (Rp 46,7 triliun).

Para investor lokal tersebut gesit membangun fasilitas untuk bisnis pariwisata. Mereka mengantisipasi derasnya arus wisatawan Negeri Tirai Bambu yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Untuk diketahui, jumlah wisatawan China yang bepergian ke luar negeri bakal meroket sebesar 100 juta orang tahun ini. Mereka membelanjakan uangnya sekitar 102 miliar dollar AS atau setara Rp 1.191 triliun selama 2012. Kendati jumlah ini lebih tinggi ketimbang pengeluaran turis Amerika Serikat, namun secara per kapita masih lebih rendah.

Nah, hal itulah yang akan digarap lebih jauh lagi oleh para investor Vietnam tersebut. Pasalnya, saat ini turis China menjadi rebutan negara-negara Asia, dan Eropa. Bahkan, banyak negara yang telah menyederhanakan prosedur aplikasi visa dalam rangka menarik pelancong Negeri Tirai Bambu ini. Negara tersebut adalah Portugal, Spanyol, dan Inggris.

Tak ingin ketinggalan, investor Vietnam juga terdorong untuk mengambil peran lebih banyak guna meraup potensi devisa tersebut. Tahun lalu, Vietnam sukses meraup 142,5 juta dollar AS (Rp 1,6 triliun) dari 1,9 juta turis China.

Menurut para analis, Vietnam sebenarnya memiliki keunggulan kompetitif untuk menarik orang-orang China melakukan bisnis dan wisata. Investasi langsung dari negara ini melonjak 345 juta dollar AS (Rp 4,03 triliun) pada 2012 menjadi 2,3 miliar dollar AS (Rp 26,8 triliun).

Perusahaan riset internasional asal Inggris, Monitor International, memperkirakan bahwa sebanyak 2,1 juta orang China akan melakukan perjalanan ke Vietnam pada 2017 mendatang. Akan tetapi, angka ini bakal terlampaui lebih cepat dari perkiraan saat ini.

Editor    : Latief
Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita