81 Selasa, 25 Februari 2014 | 11:30:55

Tarif Sewa Ritel di Hong Kong Capai Rp50 Juta/M2

Tarif Sewa Ritel di Hong Kong Capai Rp50 Juta/M2

Jika kota London terkenal sebagai kota dengan sewa kantor termahal di dunia, berbeda dengan kota Hong Kong. Menurut catatan perusahaan jasa real estat komersial terbesar di dunia, CBRE, pasar ritel di Hong Kong memimpin sebagai kota dengan sewa ritel termahal di dunia, mengalahkan pasar ritel di Eropa. Sewa ritel di Hong Kong pertahunnya mencapai USD4.333 atau Rp50 juta meter per segi (kurs Rp11.645 per USD). Di posisi kedua diisi oleh kota New York dengan USD3.300 atau Rp38 juta per meter persegi, menyusul Paris dengan USD1.452 atau Rp16 juta meter persegi, dan terakhir Zurich dengan USD961 atau Rp11 juta per meter persegi.

Industri ritel di Hong kong menjadi paling mahal di dunia karena lokasinya yang terkemuka serta tingginya permintaan dari peritel kelas high-end. Mereka bersedia membayar sewa meskipun harga yang dipatok gila-gilaan karena minimnya pasokan.

"Harga sewa ritel di New York, Paris dan London naik sebesar 11, 28 dan 18 persen dari tahun ke tahun," kata Direktur Utama CBRE, Raymond G Torto, Selasa (25/2/2014).

Menurutnya, permintaan sewa ritel di Hong Kong difokuskan pada lokasi utama dibandingkan jalan-jalan sekunder. Lokasi yang paling menjadi favorit para peritel adalah Russel Street di Causeway Bay, Canton Road di Tsim Sha Tsui , dan Queen Street di pusat kota.

Sementara itu, di Amerika Serikat pertumbuhan sewa yang signifikan dipimpin oleh kota-kota yang berada di timur laut, seperti Boston, Philadelphia, dan New York. Sedangkan di Paris, harga sewa ritelnya mengalami lonjakan hingga 80 persen sejak kuartal pertama 2012 akibat bunga yang tinggi dan minimnya pasokan. Di Australia, kota Melbourne memegang posisi jawara sebagai sewa ritel termahal. Sejumlah brand ternama seperti UNIQLO, H & M, dan Forever 21 mendominasi disana.

Lain halnya dengan Jepang, setelah memulihnya ekonomi Jepang, kepercayaan konsumen kembali naik hingga mencapai level tertinggi sejak tahun 2005. Kota Tokyo menjadi kota favorit para peritel dunia karena menjadi salah satu pintu gerbang bagi kawasan Asia Pasifik.

"Industri fashion selalu berkembang cepat dan selalu mencari peluang ditengah pasar inti, sedangkan untuk F & B selalu berkaitan dengan pembangunan pusat perbelanjaan yang biasanya berada di lokasi sekunder," tutup Raymond. (wdi)


Sumber             : Okezone
Sumber Gambar : Worldpropertychannel

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita