108 Selasa, 25 Februari 2014 | 10:37:53

Banjir, Contohlah Hunian Vertikal Singapura

Banjir, Contohlah Hunian Vertikal Singapura

Merelokasi warga yang berada di sepanjang bantaran sungai ke hunian vertikal atau rusunawa dinilai menjadi salah satu cara ampuh untuk mengatasi persoalan banjir Jakarta.Menurut pengamat tata kota, Nirwono Joga, cara seperti ini sudah teruji keampuhannya oleh negara tetangga seperti Singapura dan Vietnam. Saat ini tercatat hampir 90 persen warga Singapura tinggal di hunian vertikal.

"Singapura berhasil memindahkan masyarakatnya yang dulunya tinggal di pinggiran kali ke hunian vertikal. Butuh waktu 15 tahun bagi Singapura untuk merubah 'mindset' penduduk yang pinggiran kali yang rata-rata dengan status ekonomi dan latar belakang pendidikan menengah kebawah ini," ucapnya, Senin (24/2/2014).

Namun, diakui Nirwono, memindahkan warga ini memang tak mudah. Ada mindset yang harus diubah jika warga sudah tinggal di hunian vertikal.

"Harus ada rekayasa sosial, yaitu dengan cara mengedukasi warga untuk mau pindah. Mereka harus disadarkan kalau mereka itu bukanlah korban banjir, tetapi pelaku banjir. Jika sudah disadarkan seperti itu mereka akan berpikir kalau tinggal di pinggiran kali itu salah," jelasnya.

Nirwono menyebut, untuk pemindahan warga ini sebaiknya didampingi, karena ada transformasi budaya di sana. Dari yang awalnya mereka hidup di pinggiran kali, sekarang hidup di rusun. Bentuk pendampingannya yaitu dengan cara bagaimana membuang sampah, merawat lift karena rusun biasanya terdiri atas 10 hingga 20 lantai, dan sebagainya.

"Saya pernah melihat disebuah rusun di kawasan Kalibata, ada warga yang membuang sampah dari lantai 10. Harusnya kan kalau di rusun pengelolaan sampah dikelola secara komunal. Perubahan ini yang harus dipikirkan sejak awal. Jangan sampai nanti rusun ini menjadi kampung kumuh raksasa," ucapnya.

"Kalau Singapura saja bisa 15 tahun, saya yakin jika pemerintah serius saya yakin Indonesia bisa lima tahun," tutupnya. (wdi)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita