211 Jum'at, 21 Februari 2014 | 16:15:54

Kisah Miris Dibalik Pembangunan Stadion Piala Dunia di Qatar

Kisah Miris Dibalik Pembangunan Stadion Piala Dunia di Qatar

Semenjak FIFA mengumumkan Qatar sebagai tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia (World Cup), Pemerintah Qatar mengebut pengerjaan proyek-proyek konstruksi di Qatar . Namun, dibalik megahnya proyek konstruksi yang menghabiskan sekitar 123 miliar poundsterling atau Rp2,416 triliun ini menyimpan kisah miris mengenai pekerja pembangunannya.

Lebih dari 500 orang pekerja imigran asal India tewas dalam pembangunan stadion ini. Bahkan, dalam dua tahun terakhir tercatat jumlah korban tewas meningkat mencapai angka lebih dari 700 nyawa. FIFA sendiri telah mengambil langkah dengan membentuk tim Hak Asasi Manusia untuk menyelidiki kasus ini.

Berdasarkan angka resmi yang dikeluarkan pemerintah India, mengungkapkan lebih dari 700 orang telah kehilangan nyawa mereka sejak awal pembangunan pada Desember 2010. Kedutaan India sendiri tidak memberikan laporan pasti apa penyebab meninggalnya pekerja mereka disana. Sedangkan dari kedutaan Nepal mencatat pekerjanya banyak meninggal karena serangan jantung dan kecelakaan kerja.

Dalam dokumen tercatat 233 imigran India meninggal tahun 2010, 239 imigran pada tahun 2011, dan 237 imigran pada tahun 2013. Jadi total dalam empat tahun terakhir pembangunan proyek ini telah memakan sekita 974 pekerja. Diperkirakan total 1,2juta pekerja imigran dari India, Pakistan, Nepal, Sri Lanka, Filipina, dan Mesir dikerahkan untuk menyelesaikan proyek konstruksi ini.

"Kami sedang mempelajari penyebab kematian ini. Apakah ini karena faktor psikologis atau karena keselamatan kerja yang kurang diperhatikan," kata salah satu perwakilan dari Kementerian Tenaga Kerja di Qatar.

Sementara itu, Sekretaris Pembangunan Internasional, Jim Murphy menyayangkan terjadinya peristiwa ini. Dia menyebut persiapan untuk penyelenggaraan ajang Piala Dunia tidak seharusnya memakan korban. Dia juga khawatir dengan jumlah korban yang akan terus bertambah. Selain itu, dia juga mengkritik tindakan yang dilakukan Qatar yang memperlakukan pekerja imigran ini dengan kerja paksa, serta ketidakseriusan negara dalam berkomitmen menjaga keselamatan pekerja.

Sejumlah kritikan datang dari berbagai belahan dunia mengenai tidak berkeprimanusiaannya pemerintah Qatar memperlakukan para buruh ini. Jika dibiarkan terus begini, jumlah kematian pekerja imigran ini akan bertambah sekitar 4.000 jiwa dalam empat tahun mendatang. Kondisi mereka juga sangat memprihatinkan. Mereka hanya diberi tempat tinggal yang kotor dan penuh sesak. Tidak hanya itu, para buruh juga dipaksa bekerja hingga 12 jam sehari.

Sekedar informasi,untuk penyelenggaraan Piala Dunia tahun 2022, kapasitas Stadion Internasional Khalifa ditingkatkan dari daya tampung 40 ribu penonton menjadi 68 ribu penonton. Megaproyek konstruksi ini rencananya akan rampung dalam empat tahun ke depan. (wdi)

Sumber             : Okezone
Sumber Gambar : Dailymail

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita