102 Kamis, 20 Februari 2014 | 10:18:13

Kemenpera Dinilai Tak Serius Tanggapi Aduan Konsumen Properti

Kemenpera Dinilai Tak Serius Tanggapi Aduan Konsumen Properti

Perlindungan bagi konsumen properti di Indonesia kian memprihatinkan. Kian hari kian banyak saja konsumen yang mengaku dirugikan oleh sejumlah pengembang nakal. Menurut Indonesia Property Watch (IPW), sebagian besar konsumen telah mengadukan masalahnya baik ke asosiasi maupun ke Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). Namun sangat disayangkan sampai saat ini tidak ada tindakan nyata.

"Yang dilakukan Kementerian Perumahan Rakyat hanya mediasi yang bersifat formalitas. Selebihnya diserahkan kepada kedua belah pihak. Sikap ini sangat disayangkan oleh banyak konsumen, mengingat sebagai asosiasi pengembang seperti REI dan

APERSI seharusnya dapat membina anggotanya dan bukan menjadi tempat bersembunyi pengembang nakal," ucap Anggota IPW, Ali Tranghanda, dilansir dari laman IPW, Rabu (19/2/2014).

Selain itu, lanjutnya, lemahnya tim legal Kemenpera sangat disayangkan, mengingat telah banyak konsumen yang dipertemukan dengan pengembang namun belum ada yang membuahkan hasil. Tidak ada pengawasan ataupun tindakan yang dapat memberikan solusi yang baik. Pertemuan memang diadakan, namun setelah itu permasalahan tidak juga terselesaikan.

Menurut Ali, pemerintah harusnya menindak tegas pengembang nakal yang telah merugiakan konsumen properti ini.

"Bayangkan konsumen yang menunggak kartu kredit selama dua bulan saja bisa di black list oleh Bank Indonesia (BI). Dan seharusnya ini juga bisa diterapkan untuk pengambang properti nakal," jelasnya. (wdi)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita