77 Rabu, 19 Februari 2014 | 10:09:58

China Ciptakan Desain Mal Masa Depan

China Ciptakan Desain Mal Masa Depan

Mal merupakan salah satu tempat favorit kaum urban. Setiap tahunnya jumlah mal selalu bertambah seiring bertambahnya jumlah manusia. Setiap mal didesain dengan keunikan tersendiri sesuai target yang disasar. Namun pernahkah Anda membayangkan desain mal di masa depan seperti apa?

Sebuah pameran di Beijing, yang diadakan oleh Latitude studio, sebuah perusahaan yang berbasis di Barcelona dan Beijing, memamerkan bagaimana gambaran mal di masa depan. Pameran ini diadakan di Beijing, China. Desain mal masa depan ini dirancang oleh seorang arsitek asal Barcelona, Manuel Zornoza. Dengan luas sekitar 1000 meter persegi, mal ini terdiri atas tiga lantai.

Desain mal masa depan ini lebih menekankan bagaimana ritel dan perkantoran dapat bergabung menjadi satu. Pada pameran ini pengunjung diajak melihat bagaimana rupa mal di masa depan, desain mal yang lebih simpel dengan banyak kaca dan garis-garis lengkung pada bangunan.

Pengunjung pameran diajak masuk mulai dari lobi mal, dengan tangga spiral yang melingkar di belakangnya. Kemudian masuk ke sebuah auditorium, terdapat sebuah rest area, seperti teras terbuka yang dihiasi pemandangan kota.

Pada lantai satu diisi dengan ruang pertemuan, kantor, atrium serta dikelilingi ritel yang berjejeran. Sementara itu, pada lantai dua diisi dengan auditorium, dan di lantai tiga diisi dengan ritel dan teras, yang dilengkapi dengan kedai kopi untuk para pengunjung.

Secara keseluruhan, desain mal masa depan ini lebih ke bangunan yang dinamis dengan banyak fasad. Bentuknya yang melengkung dan tidak kaku, mencerminkan kegiatan komersial yang dinamis akan berlangsung di tempat ini. (mut) (wdi)

Sumber             : Okezone
Sumber Gambar : Inhabitat

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita