108 Kamis, 30 Januari 2014 | 14:34:38

Hong Kong Tenggelam diantara Apartemen Penuh Jemuran....

Hong Kong Tenggelam diantara Apartemen Penuh Jemuran....

Sebagai rumah bagi populasi lebih dari tujuh juta jiwa yang berdesakan dalam area berukuran hanya 424 mil persegi, setiap jengkal lahan di Hong Kong begitu berharga. Ruang hidup di kota itu semakin sempit. Gambaran itulah yang ditangkap oleh fotografer lanskap Peter Stewart. Sebelumnya, fotografer asal Jerman, Michael Wolf, sudah lebih dulu memaparkan hasil jepretannya yang begitu kuat untuk menangkap konsentrasi besar lanskap kota Hong Kong yang semakin melonjak dengan gedung-gedung pencakar langit.

Bak tampilan lego yang rumit atau tumpukan peti berwarna-warni yang menumpuk tinggi, Peter memaparkan kepadatan apartemen-apartemen di Hong Kong. Melihat hasil jepretannya, kita bisa melihat lebih dekat skala luas blok-blok apartemen di salah satu kota terpadat di dunia itu.

Peter seperti mendeskripsikan sebuah ilusi optik yang menunjukkan kota dalam cahaya yang sama sekali berbeda dan berwarna-warni. Dari kejauhan, kota ini tampak seperti konstruksi lego raksasa atau tumpukan peti yang ditumpuk tinggi dan berwarna cerah. Padahal, semua ini hanya mengungkapkan kepadatan apartemen yang saling berdesakan dan penuh cucian tumpah dari jendela berjeruji dan tergantung di atas balkon-balkonnya yang sempit.

"Memotret langit Hong Kong dan pinggiran kota selalu menjadi mimpi saya. Banyak orang melihat bangunan tinggi sebagai sesuatu menjemukan dan merusak pemandangan, tapi saya melihat mereka dalam cahaya yang positif dan benar-benar berpikir mereka memiliki banyak daya tarik," ungkap Peter kepada Dailymail.

"Setiap kali saya melihat foto, saya bertanya-tanya, siapa yang tinggal di apartemen itu dan apa yang mereka lakukan. Ini memberi begitu banyak kedalaman pada foto saya, dan saya bisa duduk melihat mereka selama berjam-jam," tambahnya.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita