211 Kamis, 23 Januari 2014 | 13:47:20

Pasang Patung Budha Telanjang, Restoran China di Kecam

Pasang Patung Budha Telanjang, Restoran China di Kecam

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menarik perhatian orang. Namun bukan berarti tidak ada batasan seperti yang dilakukan oleh restoran di China. Pasalnya restoran tersebut memasang patung Budha berukuran raksasa dalam keadaan telanjang. Dilansir dari dailymail, walaupun dikenal dengan ketenangannya tetapi umat Budha yang mengetahui patung tersebut akhirnya melayangkan protes. Mereka pun memasang iklan yang menuntut pihak restoran menurunkan patung tersebut.

Patung Budha setinggi 15,2 meter terseut berada pada dinding dan atap bangunan tersebut. Mereka pun mengancam akan berdemonstrasi di luar restoran tersebut agar permintaan tersebut segera di penuhi oleh pihak restoran.

Sementara itu, patung itu sendiri diklaim sebagai penggambaran dongeng klasik tentang pelajar China. Dalam kisah itu, pelajar berjalan dengan membawa bekal bahan sup dimasukkan dalam clay pot yang dihangatkan saat berhenti istirahat. Saat itu ada biksu yang tergoda harumnya masakan hingga melompat tembok untuk ikut mencicipi.

Di sisi lain, pihak restoran yang berlokasi di Jinan, Provinsi Shangdong tersebut mengaku kalau mereka tidak bermaksud menyinggung perasaan umat. Mereka pun menuturkan kalau patung tersebut didesain mengambil tema Budha memanjat tembok untuk menggambar dongeng klasik tersebut.

Alasan tersebut dikarenakan, hal itu dirasa cocok untuk mewakili popularitas menu andalan mereka yang bernama Fotiaoqiang.

“Saya tidak bermaksud menyinggung siapapun. Nyatanya memang ada makanan Fotiaoqiang yang sangat populer dan semua menyukainya. Makanan itu kerap disamakan dengan kisah 'Buddha memanjat tembok', sehingga saya mengiklankannya demikian. Karena semua orang tahu makanan itu maka saya pikir tak akan ada masalah,” ucap Li Tsui, pemilik restoran.

Sumber : Yahoo News

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita