80 Kamis, 23 Januari 2014 | 13:26:45

Wacana Lahan Baru untuk Rusunawa

Wacana Lahan Baru untuk Rusunawa

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok, melempar wacana akan membeli lahan di Depok untuk membangun rumah susun sewa (rusunawa). Sebab, nantinya rusunawa tersebut akan menjadi tempat bagi warga Kampung Pulo atau warga lainnya di lokasi langganan banjir di Jakarta. Menanggapi hal itu, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail enggan menanggapinya. Menurutnya, Jakarta masih banyak tersedia lahan untuk membangun rusunawa.

"Saya tak perlu menanggapi wacana itu, cukup menanggulangi banjir saja, tanggulangi yang benar, masih banyak lahan di di Jakarta. Bisa dibangun di sana," tukasnya di Balai Kota Depok.

Menurut Nur Mahmudi, daerah resapan air di Depok selama ini selalu diatur secara ketat bagi setiap pengembang perumahan. Jika wilayah tersebut merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH), maka tak akan diberikan izin untuk dibangun.

"Selama ini sudah ditetapkan begitu, ditetapkan tak boleh dibangun, enggak akan keluar izin," tegasnya.

Dia menyebutkan, wilayah mana saja yang dilarang membangun perumahan bagi pengembang properti. Yakni sawah irigasi, taman kota, hutan lindung, dan danau payau.

"Yang ada malah sawah irigasi tak boleh dikembangkan, kedua yakni taman kota yang sudah dimiliki, itu yang tak boleh. Lalu ketiga yakni daerah hutan lindung, keempat yakni danau payau," ungkapnya.

Dia mengklaim bahwa luasan RTH Depok masih 40 persen di atas ketentuan UU Lingkungan Hidup yakni minimal 30 persen. Untuk menjaga Depok tak berubah menjadi 'hutan beton' seperti Jakarta, ia mengklaim memberlakukan proses perizinan yang ketat.

"Kita tetap mengajukan pengendalian, proporsi RTH, lalu Koefisien Dasar Bangunan harus diperhatikan, kemudian juga penetapan RTH kita disiplinkan. Untuk terus menjaga kapasitas resapan air, pengembang diwajibkan bangun sumur resapan, ipal, dan sumur imbuhan," tutupnya. (wdi)

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita