103 Rabu, 22 Januari 2014 | 13:01:32

Banjir Terparah Sepanjang 2014

Banjir Terparah Sepanjang 2014

Luapan sejumlah kali yang melintas Ibukota sejak Selasa (21/1) malam hingga Rabu (22/1) dinihari telah mengakibatkan sejumlah permukiman dan jalan utama kembali terendam. Bahkan, banjir ketiga kalinya dalam sebulan terakhir ini disebut yang terparah sepanjang tahun 2014. Berdasar pantauan pada Rabu (22/1) pagi, seperti banjir sebelumnya, Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur kembali terendam banjir karena meluapnya Kali Ciliwung melalui tanggul di Kampung Pulo. Namun, banjir yang sebelumnya hanya sekitar 60 sentimeter telah mencapai ketinggian lebih dari satu meter.

"Itu tanggul sudah dilewati air Kali Ciliwung. Akibatnya, selain air tinggi, arusnya juga deras. Perahu kami sempat terlempar keluar Ciliwung. Evakuasi sempat kami hentikan, tapi kami standby untuk situasi darurat," kata Kepala Tim Rescue Satpol PP, Bambang, kepada wartawan, Rabu (22/1).

Akibat terendamnya Jalan Jatinegara Barat, kendaraan dari Kampung Melayu menuju Matraman dialihkan ke Jalan Jatinegara Timur. Kemacetan parah pun terjadi di Jalan Jatinegara Timur.

Tak hanya Jalan Jatinegara Barat, banjir akibat luapan Kali Ciliwung juga merendam Jalan Otista Raya, Jalan Rawajati, dan Jalan Abdullah Syafei. Di Jalan Rawajati, air luapan Kali Ciliwung, pada Rabu (22/1) dinihari sempat masuk ke dalam area Kampus Binawan yang menjadi Posko Pengungsi warga Cawang, Kramat Jati. Air yang merendam jembatan Rawajati juga sempat menggenangi Flyover Rawajati yang menjadi akses dari Jalan Dewi Sartika menuju Jalan Kalibata setinggi sekitar 50 sentimeter.

"Ini banjirnya paling parah. Jalanan sampai ketutup, rumah hampir tenggelam semua," kata seorang warga bernama Fitra (21) saat ditemui di sekitar Flyover Rawajati.

Di Jalan Otista Raya, banjir setinggi sekitar satu meter menggenangi sejumlah kendaraan yang terparkir di lokasi. Kendaraan dari Jatinegara menuju Kampung Melayu maupun sebaliknya dialihkan menuju Jalan DI Panjaitan. Sementara di Jalan Abdullah Syafei, banjir setinggi sekitar 1,5 meter membuat akses dari Kampung Melayu menuju Tebet terputus. Tanggul Kali Ciliwung yang berada di Kebon Baru sepanjang 15 meter dilaporkan jebol akibat derasnya arus Kali Ciliwung.

Data Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) DKI Jakarta yang diterima pada pukul 06.00 WIB menyebutkan, banjir saat ini merendam 33 kecamatan dan 99 kelurahan. Dengan 119.397 jiwa yang terdampak, terdapat 89.334 yang mengungsi di 338 lokasi.

Jumlah ini lebih tinggi dibanding data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (21/1) kemarin. Berdasar data BNPB disebutkan, banjir sejak yang melanda Ibukota sejak Minggu (12/1) lalu telah mengakibatkan 62.819 jiwa mengungsi di 253 titik. Bahkan, banjir kali ini lebih parah dibanding tahun 2013 yang tercatat menyebabkan 83.930 jiwa mengungsi di 307 titik.

"Kalau lihat status siaga II di Manggarai, mestinya lebih parah banjir kemarin yang statusnya siaga I. Tapi kita lihat fakta di lapangan, khususnya di sekitar Ciliwung dampaknya lebih parah," kata Kasie Informasi Pusdalops BPBD DKI, Bambang Surya Putra, Rabu (22/1) pagi.

Akibat luapan Kali Ciliwung, Kali Cipinang, dan Kali Sunter, dari 10 kecamatan yang ada di Jakarta Timur hanya Kecamatan Duren Sawit dan Ciracas yang tidak dilaporkan terendam banjir hingga Rabu (22/1). Dengan ketinggian banjir 20 hingga 500 sentimeter, terdapat 67.640 jiwa yang terdampak banjir dan sebanyak 19.243 dilaporkan telah mengungsi.

"Para pengungsi berada di 103 lokasi pengungsian," papar Bambang.

Sementara di Jakarta Selatan, dengan delapan kecamatan yang terendam banjir, terdapat 22.289 jiwa yang dilaporkan mengungsi di 44 posko pengungsian. Untuk di Jakarta Pusat, terdapat 10.392 jiwa yang berada di Kecamatan Tanah Abang, dan Kemayoran yang mengungsi.

"Untuk Jakarta Barat berdasar data sementara banjir terdapat di sembilan kecamatan dengan jumlah pengungsi sebanyak 31.364 jiwa di 97 lokasi pengungsian. Sementara di Jakarta Utara terdapat enam kecamatan yang terendam dengan ketinggian 20 hingga 100 sentimeter. Dari 77 lokasi pengungsian terdata ada 13.012 yang mengungsi," jelasnya.

Lurah Kampung Melayu, Bambang Pangestu menyebutkan, hingga saat ini, wilayahnya terendam banjir hingga ketinggian 600 sentimeter. Jika sebelumnya terdapat sekitar 16.000 jiwa yang terdampak, banjir saat ini berdampak pada 18.973 jiwa.

"Total saat ini ada sekitar 7.584 jiwa yang mengungsi di berbagai posko," katanya.

Berdasar data yang dihimpun SP, meski tidak dilaporkan, sejumlah permukiman di Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas juga terendam banjir. Nano Suyatno, Ketua RW 06 menyebutkan, selain di wilayahnya terdapat tiga RW lainnya yang terendam banjir, yakni RW 03, 04, dan 05.

"Banjir ini akibat luapan Kali Cipinang. Empat RW yang terdampak banjir berada paling dekat dengan aliran sungai," katanya. [F-5]

Sumber : Suara Pembaruan

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita