45 Selasa, 21 Januari 2014 | 10:35:31

Usul...Istora Senayan Jadi Tempat Pengungsian Korban Banjir

Usul...Istora Senayan Jadi Tempat Pengungsian Korban Banjir

Penanganan pengungsi banjir di DKI Jakarta dinilai belum berjalan dengan baik. Perlu ada terobosan agar ada perbaikan, salah satunya dengan membuat pengungsian terpadu. Pembina Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri, Erry Riyana Hardjapamekas, mengusulkan Istora Senayan dijadikan pusat pengungsian di Jakarta.

"Semua sarana olahraga, GOR di kelurahan, kecamatan, harus bisa dijadikan tempat mengungsi. Kalau memungkinkan dimasukkan ke satu tempat yang lebih besar, seperti Istora, yang penting tidak tergenang," kata Erry, Senin (20/1/2014).

Istora Senayan dinilai cocok untuk dijadikan tempat pengungsian. Pengungsi bisa ditempatkan dalam ruangan, terlindung dari hujan, dan fasilitas MCK.

"Paling tidak pengungsi bisa mendapat tempat yang memenuhi syarat sehat. Bantuan bisa terpusat. Anak-anak juga bisa dibuatkan ruang," ujarnya.

Untuk mengangkut pengungsi dari tempat tinggalnya ke Istora, Erry mengusulkan digunakan truk-truk TNI. Dalam kondisi damai saat ini, kendaraan TNI bisa dimanfaatkan untuk penanggulangan bencana.

"Toh kita sedang tidak berperang," ujar eks Pimpinan KPK ini.

Erry menyadari salah satu kendala yang ditemui nantinya adalah keengganan warga meninggalkan tempat tinggalnya yang dilanda banjir karena takut kehilangan harta benda. Untuk hal itu, Erry mengusulkan agar Polda Metro Jaya mengerahkan anggotanya menjaga titik-titik banjir dan mengawasi perumahan warga.

Perizinan penggunaan Istora sebagai tempat pengungsian ada di Sekretaris Negara. Sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah pusat, Erry meyakini Sekneg akan memberikan izin.

"Banjir ini kan bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah saja," katanya.

Sumber : Detik

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita