19 Senin, 20 Januari 2014 | 15:06:44

Wajah Perpustakaan Nasional Raja Fahd...

Wajah Perpustakaan Nasional Raja Fahd...

Pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali Perpustakaan Nasional Raja Fahd (King Fahd National Library) untuk publik. Perpustakaan megah itu dibuka tepat setelah sepuluh tahun setelah arsitek asal jerman Gerber Architekten memenangkan kompetisi internasional untuk menyelesaikan proyek ini. Terletak di Riyadh, skema bangunan perpustakaan ini menjadi bagian dari pengembangan kota berskala besar untuk memfasilitasi kebutuhan publik akan interaksi, kolaborasi, sekaligus menambah pengetahuan.

Desain baru perpustakaan ini meliputi perbaikan dan perluasan bangunan yang ada sebelumnya, salah satunya sebagai pusat budaya kota itu.

Struktur bangunan ini tampak mendukung pemandangan di sekitarnya, terutama untuk membentuk pusat dari taman kota yang baru di Riyadh. Desain seluruh bangunan ini juga menggemakan unsur-unsur budaya Arab untuk menghormati sejarah dan warisan budaya negara itu.

Di bagian eksterior tampak bentuk-bentuk balok mengelilingi dan melindungi struktur bangunan di dalamnya. Adapun ruang perpustakaan ditandai dengan fasad tekstil menampilkan pola arsitektur tradisional timur tengah.

Adapun seluruh interiornya dibuat terang-benderang. Seluruh ruangan terasa nyaman dan memberikan ketengangan untuk membaca atau berdiskusi dan bertukar pikiran diantara rak-rak buku sebagai "harta karun" utama gedung ini.

Untuk memasuki perpustakaan ini, Anda akan melewati lorong pintu masuk utama yang terletak di permukaan tanah, tepat di samping area pameran, restoran, dan toko buku. Di lantai pertama, pengunjung akan menemukan area yang hanya dapat diakses khusus untuk pengunjung perempuan atau tamu wanita agar bisa menghabiskan waktu tanpa burqa atau cadar.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita