72 Rabu, 15 Januari 2014 | 12:11:13

45 Perusahaan Properti China Tunggak Pajak Rp7.608 Triliun

45 Perusahaan Properti China Tunggak Pajak Rp7.608 Triliun

Sebanyak 45 perusahaan pengembang properti China dituding menggelapkan pajak senilai 3,8 triliun yuan atau USD630 miliar (Rp7.608 triliun, kurs Rp12.077 per USD). Tunggakan pajak tersebut adalah untuk periode 2005 sampai 2012. Hal tersebut diungkapkan oleh China Central Television yang telah menurunkan dua laporannya mengenai penggelapan pajak senilai jutaan dolar oleh banyak perusahaan properti.

Tapi, banyak media China tunduk pada pengaruh Partai Komunis. Pengamat mengatakan, laporan tersebut sengaja dibuat untuk menekan sejumlah pengembang di saat harga rumah terus naik. Demikian dilansir dari World Property Channel, Rabu (15/1/2014).

Pengembang properti terbesar di China, China Vanke disebut-sebut dalam laporan tersebut. Dia diklaim memiliki tunggakan pajak senilai 4 miliar yuan, atau sekitar USD660 juta pada akhir 2012.

Laporan stasiun televisi tersebut juga mengklaim perusahaan properti seperti  Gamdale Corp dan Beijing Capital Development Co yang membantah laporan tersebut. BBMG Corp dan Beijing Vantone Real Estate Co, yang disebut di awal laporan juga membantah laporan tersebut di bursa efek.

Sejumlah perusahaan yang disebut memiliki tunggakan terbesar antara lain, Agile Property diklaim memiliki utang pajak sebesar 6,5 miliar yuan, Soho China 5 miliar yuan, China Vanke 4,6 miliar yuan, dan R&F Properties 4,6 miliar yuan. (wdi)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita