100 Rabu, 15 Januari 2014 | 09:40:13

Atasi Banjir, Jakarta Bisa Contoh Vietnam

Atasi Banjir, Jakarta Bisa Contoh Vietnam

Banjir merupakan musibah langganan yang selalu melanda Ibu Kota Jakarta. Setiap musim hujan sejumlah wilayah di DKI selalu terendam banjir. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Jakarta untuk menanggulangi banjir, namun sampai sekarang belum ada yang menunjukkan hasil yang signifikan. Menurut pengamat tata kota, Tjuk Kuswartojo, dalam mengatasi masalah banjir ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harusnya berkaca pada kota Hanoi, Vietnam.

"Hanoi itu dulunya sempat mengalami banjir terparah. Namun pemerintahnya langsung sigap mengatasi banjir dengan membereskannya dengan memperbanyak danau di kota Hanoi," jelasnya.

Menurutnya, pemerintah Hanoi itu sangat menjaga danau-danau alami yang dibiarkan untuk mengatasi banjir. Hanoi adalah kota yang dikepung oleh danau-danau dan sungai.

"Bahkan ada hotel di Hanoi yang dibangun di atas danau. Saking mereka tidak ingin merusak danau di Hanoi," ucapnya.

Tjuk menyebut kalau harusnya Jakarta bisa mencontoh pada kota Hanoi ini. Jakarta dulunya adalah kota yang banyak danau dan rawa. Namun seiring berjalannya waktu danau dan rawa tersebut telah berubah menjadi bangunan dan pemukiman.

"Kalau di Hanoi kan danau alami itu dipertahankan, kalau di kita kan tidak. Malah dibikin mal," imbuhnya.

Harusnya menurut Tjuk, danau alami di Jakarta itu jangan ditempati. Agar air bisa mengalir dan tidak menyebabkan banjir. Selain itu, sistem drainase juga harus dibuat dan didesain dengan baik. Tjuk menilai Jakarta termasuk kota yang parah dilanda banjir.

"Di LA juga sempat parah terkena banjir, tapi kan bukan karena drainasenya yang buruk. Tapi karena situasi ekstrem, seperti curah hujannya di luar normal," tutupnya. (wdi)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita