107 Kamis, 09 Januari 2014 | 09:58:27

Banjir Terjang 6 Desa di Lebak, Satu Rumah Warga Hanyut

Banjir Terjang 6 Desa di Lebak, Satu Rumah Warga Hanyut

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Lebak, sejak Rabu (8/1) dinihari menyebabkan meluapnya air di Sungai Cimalaung. Luapan air sungai tersebut menyebabkan banjir dan  menerjang puluhan rumah dan persawahan di 6 desa, yang berada di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak. Selain merendam rumah, banjir juga telah menghanyutkan satu rumah warga dan sejumlah  bangunan pondok pesantren setempat.

Keenam desa yang terkena banjir tersebut yakni  Desa Buyut Mekar, Desa Binong, Desa Pada Suka, Desa Gubugan Ciberem, dan Desa Pasirkembang. Banjir dengan ketinggian rata-rata 1-2 meter di permukiman warga itu, mulai terjadi pukul 12.00 WIB.

"Warga saat ini telah mengungsi ke rumah warga lainnya yang  tidak terendam banjir," kata Afifi, warga Kecamatan Maja, Rabu sore.

Dia menuturkan,  sekitar pukul 13.30 WIB,  banjir menerjang  rumah Jartinah (40), warga Kampung Nehner RT04/01, Desa Buyut Mekar, Kecamatan Maja, Lebak, yang lokasinya sangat dekat dengan Sungai Cimalaung.

"Rumah Jartinah hanyut. Jartinah itu janda dengan 6 orang anak. Beruntung,  saat kejadian Jartinah bersama anak-anaknya sudah berada di tempat yang  aman," jelasnya.

Selain rumah warga, beberapa bangunan di pesantren milik KH. Ado juga hanyut terbawa  banjir Sungai Cimalaung, yang merupakan anak Sungai Ciberem.

"Memang enam desa itu selalu menjadi langganan banjir setiap tahunnya," jelasnya.

Sementara itu, Pusat Pengendalian Operasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, belum mendapatkan informasi adanya banjir tersebut dari BPBD Kabupaten Lebak.

"BPBD Kabupaten Lebak masih melakukan pengecekan ke lokasi, dan belum ada laporan lebih lanjut," ujar Kepala BPBD Banten Ino S Rawita. Menurut Ino, untuk debit air hulu Sungai Ciujung saat ini masih normal, yaitu 252 meter kubik/detik.

"Tahap  awas,  kalau debit air mencapai  1300-1800 meter kubik/detik. Dan itu sudah berbahaya," ujarnya.

 Ino juga memprediksi, banjir yang terjadi di Provinsi Banten tidak akan separah pada musim hujan tahun 2012 dan awal tahun 2013.

"Pada musim hujan  tahun sebelumnya,  yakni awal Januari 2013,  banjir sudah hampir setengah Provinsi Banten. Dan saat ini baru beberapa daerah di Banten saja yang terkena banjir," terang Ino.

Berdasarkan data dari BPBD Banten, banjir yang terjadi di Pemprov Banten, yaitu di Kabupaten Pandeglang di Kecamatan Sobang, pada 30 Desember 2013, Kecamatan Labuan, 31 Desember 2013.

"Di Labuan yang terkena banjir itu yakni di Desa Teluk dan Deda Kalanganyar," jelasnya.

Sementara di Kabupaten Lebak, banjir juga terjadi di Kecamatan Banjarsari yaitu, Desa Umbul Jaya dengan korban  30 kepala keluarga  (KK) dan Taman Sari 68 KK. Di Kecamatan Wanasalam, yaitu di Desa Cipedang  dengan korban sebanyak 1.069 KK, Bejod sebanyak 42 KK, Wanasalam sebanyak 95 KK, Sukatani  sebanyak 68 KK, dan Desa Parung  sebanyak 30 KK.

"Di Kabupaten Lebak juga saat ini terjadi longsor di Kecamatan Sobang," jelas Ino.

Sumber : Suara Pembaruan

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita