59 Jum'at, 27 Desember 2013 | 12:47:42

Bangun Panti Jompo, Perusahaan Properti Jepang Siapkan Rp1,17

Bangun Panti Jompo, Perusahaan Properti Jepang Siapkan Rp1,17

Meningkatnya jumlah lanjut usia (lansia) di Jepang membuat sebuah perusahaan properti ini tertarik mendirikan panti jompo. Adalah Daiwa Real Estate Management, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang real estat Jepang yang akan menggarap proyek ini. Tak main-main, perusahaan ini menginvestasikan dana sebesar USD96 juta atau Rp1,17 triliun pada awal Maret tahun depan untuk pembangunan panti jompo ini. Dia berharap dengan tingginya permintaan perawatan untuk para lansia di Jepang, dia bisa mendapatkan keuntungan dari proyek ini.

Dilansir dari worldpropertychannel, Jumat (27/12/2013) bisnis ini tergolong menguntungkan. Karena satu dari empat orang di Jepang akan menua 65 tahun kemudian.

Diperkirakan jumlah lansia di Jepang akan meningkat sebesar 25 persen menjadi 1,15 juta penduduk pada tahun 2015. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan penduduk lansia di China dan Amerika yang hanya 9,6 persen dan 14 persen.

Menurut data dari kantor pemerintahan di Jepang, jumlah penduduk lansia di Jepang tiap tahunnya selalu mengalami peningkatan. Dan banyak diantara mereka yang ingin mendapatkan fasilitas yang layak. Tercatat pada tahun 2011 jumlah lansia di Jepang mencapai 920 ribu orang. Dan ini diprediksi akan terus bertambah tiap tahunnya.

Portofolio Daiwa di bidang properti tidak perlu diragukan lagi. Daiwa merupakan broker properti terbesar kedua di Jepang. Sebelumnya Daiwa juga pernah mengelola beberapa proyek properti lainnya seperti perkantoran dan residensial. Menurut laporan dari Bloomberg, total aset yang dimiliki Daiwa saat ini mencapai 400 miliar yen atau sekira Rp46 triliun. (wdi)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita