78 Rabu, 25 Desember 2013 | 13:19:55

Cara China Tekan Harga Rumah yang Mahal

Cara China Tekan Harga Rumah yang Mahal

China akan memperketat kontrol sektor propertinya pada tahun 2014. Tidak hanya itu, China juga akan meningkatkan lahan dan pasokan perumahan di kota-kota besar untuk mengantisipasi kenaikan harga rumah. Hal ini dia lakukan semata-mata untuk menstabilkan harga perumahan di China.

"Kami akan menjaga kontiunitas dan stabilitas kebijakan pengetatan di 2014. Dan kami benar-benar akan menerapkan kebijakan yang ada," ucap Menteri Perumahan, Perkembangan Perkotaan dan Pedesaan China Jiang Weixin di laman Setkab, Rabu (25/12/2013).

Harga rumah di China telah mencapai angka yang fantastis. Untuk itu, pemerintah telah berusaha mendinginkan pasar dengan cara melakukan kampanye. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya bubble dan kerusuhan sosial di masyarakat.

Harga rumah di China mengalami peningkatan tercepat pada bulan November. Analis memperkirakan pemerintah harusnya secara bertahap beralih ke regulasi yang lebih efektif, seperti pajak properti untuk menghindari bubble.

Pasar properti di China tumbuh tidak tidak seragam. Di kota besar misalnya, harga rumah di sana meningkat lebih cepat dibanding kota-kota kecil. Di kota kecil atau pinggirian harga rumah cenderung naik lebih lambat.

Kampanye untuk mendinginkan pasar properti telah dilakukan pemerintahan China sejak 2009. Selain untuk menahan naiknya harga properti, kampanye ini juga bertujuan untuk membatasi masyarakat yang ingin memiliki rumah lebih dari satu.

Pemerintah China berencana akan menyelesaikan 4,8 juta unit perumahan umum pada tahun depan. Hal ini sekaligus memperlihatkan kesungguhan mereka yang akan membangun dengan target 6 juta rumah. (wdi)    

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita