107 Kamis, 19 Desember 2013 | 19:52:17

Hongkong Sudah Tidak Menarik Lagi!

Hongkong Sudah Tidak Menarik Lagi!

Perlambatan pertumbuhan sektor properti mulai menghinggapi Hongkong. Dalam lima tahun ke depan, kota ini bakal menghadapi pengembalian terendah investasi hunian dibandingkan dengan 12 kota lainnya di seluruh dunia. Menurut hasil studi Real Estate Foresight, Hongkong menempati posisi paling buncit. Kota ini memperoleh nilai buruk untuk beberapa kriteria, yakni rerata pendapatan rumah tangga terendah, regulasi yang kurang menarik pasca-pengenalan kebijakan pendinginan pasar properti, dan masa kepemilikan yang relatif singkat ketimbang kota-kota lainnya.

Real Estate Foresight telah memilih 12 kota dengan populasi setidaknya lima juta dan PDB 150 miliar dollar (Rp 1.800 triliun). Kriteria utama studi tersebut termasuk pertumbuhan harga, kekuatan ekonomi, kekayaan rumah tangga, tingkat kekosongan, profil demografis, dan peraturan atau kebijakan.

"Ke-12 kota ini merupakan penggerak ekonomi utama bagi negara-negara mereka dan merupakan hub (perlintasan) modal internasional dan tenaga kerja," ujar analis Real Estate Foresight, Diana Olteanu-Veerman dan Robert Ciemniak.

Sementara itu, di pucuk pimpinan, bertakhta Tokyo. Kota ini menawarkan kesempatan terbaik di sektor hunian.

Kekuatan utama Tokyo adalah valuasi yang relatif rendah dan kesempatan besar yang dikombinasikan dengan rerata pendapatan rumah tangga yang tinggi. Tokyo juga memiliki  peraturan yang relatif stabil dan sejumlah besar populasi berkategori superkaya atau high net worth individu (HNWI).

Meskipun terdapat kekhawatiran umum tentang situasi demografi Jepang, Tokyo masih memiliki persentase yang sehat dari penduduknya pada usia kerja.

Hasil studi ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Urban Land Institute (ULI) dan PricewaterhouseCoopers (PWC) yang melihat Tokyo sebagai tujuan utama bagi investasi properti di Asia-Pasifik.

Riset ULI dan PWC memperlihatkan Tokyo merupakan magnet investasi baru setelah pengenalan reformasi ekonomi yang dramatis dan ditujukan untuk meningkatkan ekonomi Jepang. Ibu Kota Negeri Matahari Terbit ini menawarkan peluang investasi terbaik untuk sektor hunian dan akan terus berlanjut hingga lima tahun ke depan.

Menyusul Tokyo adalah Washington, Frankfurt, Sydney, Berlin, dan New York.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita