102 Kamis, 19 Desember 2013 | 09:17:50

Tak Punya Contoh Bangunan Evakuasi, PU Gelar Sayembara

Tak Punya Contoh Bangunan Evakuasi, PU Gelar Sayembara

Pemerintah telah membangun berbagai percontohan bangunan evakuasi sementara, namun belum sepenuhnya berhasil mewadahi kebutuhan perlindungan bencana. Direktur Jenderal Cipta Karya, Imam S Ernawi, mengatakan bahwa dimulai dari perubahan paradigma penanggulangan bencana, maka diterbitkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dimana didalamnya terdapat ketentuan umum yang menyebutkan bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang mengurangi risiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi.

Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan Ditjen Cipta Karya merespon isu-isu tersebut dengan menyelenggarakan sayembara Desain Prototipe Bangunan Tempat Evakuasi Sementara (Temporary Evacuation Shelter/TES). Sayembara ini mencerminkan prioritas terhadap struktur, kapasitas, tapak, sensitif terhadap kondisi lingkungan dan bangunan sekitar, serta aksesibilitas bagi semua pengguna.

"Gagasan tidak perlu menentukan desain pondasi (sub-structure) namun perlu menunjukkan desain upper structure yang memiliki flexibilitas untuk dipadukan dengan desain pondasi apapun," sambung Ketua Panitia Adjar Prajudi.

Dijelaskan, sayembara melibatkan Dewan Juri yang terdiri dari Gunawan Tjahjono, IAI perwakilan dari Ikatan Aristekt Indonesia juga sebagai Ketua Dewan Juri, Imam

Satyarno perwakilian dari akademisi, Medi Herlianto, CES, MM perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Nick Alexander, MSCE perwakilan dari Himpunan Ahli

Konstruktsi Indonesia, dan Sumirat perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum.Secara garis besar, menurut Adjar, penilaian didasarkan kepada kriteria Struktural dan Non Strukturan yang mencakup empat konsep. Pertama, konsep perencanaan pemilihan tapak, struktur, dan pola ruang Bangunan Tempat

Evakuasi Sementara yang terintegrasi dengan bangunan-bangunan dan lingkungan pada Kawasan Rawan Bencana.

Kedua, konsep Bangunan Tempat Evakuasi Sementara yang yang mampu memenuhi kebutuhan perlindungan penghuni terhadap bencana tanpa meninggalkan kaidah-kaidah estetika, inovatif, progresif, dinamis dan dapat memberikan nilai tambah bagi kekayaan arsitektur tradisional.

Ketiga, gagasan Bangunan Tempat Evakuasi Sementara dirancang dengan menerapkan konsep Green Building dan akrab bagi semua orang (termasuk lansia, anak-anak, dan penyandang cacat). Dan keempat, gagasan penerapan material Bangunan Tempat Evakuasi Sementara yang inovatif, dan mudah dalam perawatan.

"Selanjutnya desain-desain ini akan dijadikan referensi pembangunan Tempat Evakuasi Sementara pada wilayah-wilayah rawan bencana di Indonesia," tutup Adjar.

Dalam sayembara tersebut, Juara Pertama atas nama kelompok yang terdiri dari Robi Aria Samudra, Alexander Octa Kusumawardhana, Jaka Nur Sukma, Geri Dwi Samudra, dan Fetrada Nady Satria. (nia)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita