78 Selasa, 17 Desember 2013 | 14:56:11

Sekolah Di Tepi Barat Ini Terbuat Dari Ban Bekas

Sekolah Di Tepi Barat Ini Terbuat Dari Ban Bekas

Sekolah Ban begitulah sebutannya. Bukan sekolah biasa, sebab jika sekolah lainnya tersusun dari bata atau material lainnya sekolah ini justru memanfaatkan ban-ban bekas yang tak lagi terpakai. Mengapa menggunakan ban bekas? seperti dilansir dari inhabitat, Arco architettura e Cooperazione yang merancang sekolah ini mengatakan sekolah ban merupakan solusi praktis untuk memberikan pendidikan bagi anak-anak dari Al Khan Al Ahmar Bedouin Camp.

Arco architettura e Cooperazione memimpin masyarakat setempat dalam pembangunan gedung sekolah yang terdiri dari tiga bangunan utama di sekitar halaman tengah bersama dengan bangunan kamar mandi di  sisi yang lain.

Dalam pengerjaannya, ban diisi diisi dengan kotoran dan diatur untuk membangun dinding bangunan. Kotoran diisi di sekitar dasar untuk meningkatkan stabilitas struktural karena tidak ada dasar yang benar.

Logam atap ditambahkan ke atas dan memberikan keteduhan dengan kesenjangan antara ban dan atap memungkinkan untuk ventilasi alami untuk menjaga temperatur di dalam interior. Akhirnya ,dinding dilapisi dengan campuran plester dan beton. Konstruksi sederhana dan desain yang cerdas dari sekolah ini memberikan kenyamanan relatif dengan bahan minimal dan biaya. Semuanya dilakukan sendiri oleh masyarakat dan luar biasa ini semua hanya membutuhkan waktu dua minggu untuk menyelesaikan.

Menurut Arco, status sekolah dalam keadaan tak bertuan dan penguasa militer Israel tidak pernah mengakui keberadaan bangunan atau sekitar kamp Badui. Setiap saat , tentara bisa menghancurkan sekolah dan merelokasi seluruh kamp. Masyarakat bekerja sama dengan badan-badan internasional untuk memperkuat status mereka dengan tentara, dan pengembangan rencana jangka panjang untuk wilayah .

Sumber : Rumah

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita