87 Rabu, 27 November 2013 | 09:42:06

Mantan Ketua REI: REI Bukan Takut Pada Pemerintah....

Mantan Ketua REI: REI Bukan Takut Pada Pemerintah....

Mantan Ketua Umum DPP REI Teguh Satria mengaku Realestat Indonesia (REI) bukan takut pada pemerintah. Banyak pertimbangan untung rugi bagi REI dalam setiap tindakannya menanggapi semua kebijakan pemerintah.

"Ini masalah yang agak lama. Sebenarnya bukan bicara takut atau tidak takut. REI itu organisasi profesi pengusaha. Tentu, kita mempertimbangkan segala untung dan rugi, mana yang lebih baik. Jadi, bukan soal takut dan tidak takut. Kondisi pada saat itu, saya sebagai ketua umum memutuskan menempuh jalan kompromi dengan pihak pemerintah. Itu langkah terbaik saat itu," ujar Teguh.

Teguh mengatakan hal itu untuk menanggapi kritik pedas yang dilontarkan pengamat properti Erwin Kallo.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengamat properti Erwin Kallo mengatakan, upaya REI masih jauh dari tujuannya dalam melindungi kepentingan anggota dan masyarakat umum. Erwin lantang mengatakan bahwa REI takut dengan pemerintah. Selama ini REI hanya memperjuangkan kepentingan para elitenya.

"REI itu organisasi profesi yang punya anggota dan fungsinya tentu melindungi anggota. Saya tidak tahu di mana ada anggota yang tidak puas. REI pasti memperhatikan anggota dan melindungi kepentingan anggotanya. Tidak semua anggota bisa puas dengan REI, itu pasti," tukas Teguh.

"Kalau masyarakat itu lain. Masyarakat itu anggota pemerintah. Bahwa kita melindungi masyarakat, itu soal lain," tambahnya.

Teguh menyebutkan, di dalam REI ada kode etik dan AD/ART untuk anggotanya. REI juga mempunyai satu badan yang dikenal dengan Badan Kehormatan REI. Di dalam tubuh Badan Kehormatan REI inilah ada unsur-unsur dari REI, seperti unsur dari perguruan tinggi, tokoh-tokoh yang terlibat di situ.

"Ada tujuh orang, seperti halnya badan kehormatan DPR. Kalau ada yang melanggar kode etik, dibawa ke sana. Kalau pidana, polisi yang menangani," kata Teguh.

"Kalau untuk pelanggaran kode etik, kami bawa ke Dewan Kehormatan. Kalau menipu anggota, diperkarakan saja, karena ada lembaga hukum," tambahnya.

Teguh mengatakan, REI punya tugas membina anggota-anggotanya. Soal masyarakat, lanjut dia, tentu yang melindungi pemerintah.

"Masak REI melindungi masyarakat. Kalau anggota REI nakal, ada sanksi bertahap. Itu bisa diumumkan ke REI dan lain-lain kalau itu menyangkut pelanggaran berat. Kalau pidana, tinggal diperkarakan saja ke polisi," ujarnya.

Editor    : Latief
Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita