67 Selasa, 12 November 2013 | 10:41:03

Sekolah Nomaden, Cocok untuk Wilayah Konflik

Sekolah Nomaden, Cocok untuk Wilayah Konflik

Di daerah konflik sekalipun, anak-anak masih punya hak untuk mengenyam pendidikan dan menikmati masa mudanya. Berangkat dari semangat untuk mengembalikan hak yang dimiliki anak-anak ini, arsitek asal California, Amerika Serikat, Amadeo Bennetta dan Dan LaRossa membuat sekolah-sekolah sederhana di perbatasan Thailand-Myanmar.

Kedua arsitek ini merancang dan membuat gedung sekolah yang dapat dengan mudah dibangun dan dibongkar. Proyek tersebut merupakan gagasan yang memenangkan kompetisi dari organisasi amal nirlaba, Building Trust.
 
Bangunan sekolah ini didesain khusus agar mampu dibangun dan dibongkar berkali-kali. Fitur tersebut sangat penting, terutama di daerah perbatasan dua negara yang sering diwarnai oleh konflik. Mengingat tidak hanya daerah perbatasan Thailand dan Myanmar saja yang membutuhkan konstruksi semacam ini, maka desain bangunan sekolah karya Bennetta dan LaRossa bisa diunduh di laman web milik Building Trust.

Cetak biru dan instruksi pemasangannya pun tersedia. Bagi siapa pun yang serius ingin membangun kembali konstruksi ini di daerah lain, Bennetta dan LaRossa menyediakan tips menyiapkan lokasi, estimasi waktu pembuatan bangunan, dan jumlah tenaga yang diperlukan untuk membuatnya.
 
"Konsep Sekolah Berpindah adalah untuk menciptakan komunitas nonpermanen yang secara informal menetap di satu lokasi dengan aman. Mereka tinggal dalam ruang yang telah didesain dengan baik dan menyediakan fungsi utama, baik untuk bangunan sekolah dan ruang-ruang komunitas," ujar Louise Cole, co-founder Building Trust.
 
Struktur bangunan istimewa ini menggunakan rangka besi prefabrikasi. Setiap bangunan tampak "jinjit" seperti rumah panggung untuk mengantisipasi adanya banjir atau genangan air. Selain itu, karena khusus didesain untuk lokasi di Asia Tenggara, maka konstruksi ini diharapkan mampu bertahan dalam iklim lembab dan basah. Maka itu, Bennetta dan LaRossa menggunakan kain tahan air untuk melapisi rangka dan bambu lokal sebagai tirai penahan cahaya matahari.
 
Anda bisa bayangkan, untuk keadaan darurat, apa yang ditawarkan oleh Bennetta dan LaRossa bersama Building Trust ini adalah sepotong kemewahan. Anak-anak bisa belajar dengan teduh di dalam konstruksi "darurat" ini. Setiap konstruksi "darurat" tersebut memiliki atap miring dan sebuah teras. Pengguna bangunan ini harus melewati pintu geser yang terbuat dari bambu.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita