82 Selasa, 12 November 2013 | 08:53:05

Harga Melesat, Shanghai Naikkan Uang Muka Rumah

Harga Melesat, Shanghai Naikkan Uang Muka Rumah

Pemerintah Shanghai mulai menaikkan uang muka minimum untuk pembelian rumah kedua menjadi 70 persen dari sebelumnya 60 persen. Kenaikan tersebut disebabkan lonjakan harga hunian di pusat keuangan China ini. Pemerintah kota terpaksa mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan terpenuhinya target pengawasan harga tahunan. Selain itu, kota ini juga memperketat kualifikasi yang dibutuhkan untuk pembeli rumah bukan penduduk dan akan meningkatkan pasokan lahan pemukiman.

Sebagai informasi, harga rumah di empat kota besar China mengalami lonjakan paling tinggi pada September lalu. Tren kenaikan tersebut terjadi sejak Januari 2011. Fenomena ini terus berlanjut pada bulan berikutnya, yakni Oktober, sekaligus memperbesar kekhawatiran akan gelembung properti yang akan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Lonjakan harga di Shanghai mencapai 17 persen dari tahun 2012. Angka ini merupakan kenaikan terbesar di antara 70 kota yang disurvei pemerintah setempat. Shanghai berada di belakang kawasan bisnis selatan China yakni Shenzhen dan Guangzhou yang membukukan pertumbuhan harga hingga 20 persen.

Sementara pada bulan Oktober, kenaikan harga mencapai rerata 10,7 persen. Lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Otoritas setempat serius mengenai pembatasan properti, setelah Beijing dan Shenzhen melakukan langkah-langkah pengetatan. Kita tinggal menunggu dan melihat kondisi pertumbuhan, dan penjualan dengan pencapaian yang juga minimal karena orang yang dapat membeli properti menjadi terseleksi. Lebih sedikit," kata seorang analis Zheshang Securities Co, Dai Fang.

Menurut Biro Statistik Nasional, harga rumah baru di Beijing per September 2013, termasuk perumahan sosial yang disponsori pemerintah melonjak 21 persen ketimbang tahun sebelumnya, berlawanan dengan pembatasan properti yang sangat ketat di semua kota.

Padahal, ibukota China itu telah menaikkan uang muka untuk rumah kedua menjadi 70 persen pada bulan Maret lalu.

Mantan Perdana Menteri Wen Jiabao pada bulan Maret meningkatkan kampanye tiga tahun untuk menekan pertumbuhan harga tak terkendali dengan meningkatkan uang muka. Kampanye tersebut kemudian secara estafet disambut beberapa kota. Setelah Beijing, menyusul Shenzhen yang membuat gebrakan pada 1 November lalu.

Jadi, di antara 4 kota besar tersebut, hanya Guangzhou satu-satunya kota besar yang belum menaikkan persyaratan uang muka dari 60 persen.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita