100 Senin, 11 November 2013 | 11:13:37

Sekolah Mengambang di Nigeria

Sekolah Mengambang di Nigeria

NLE mendesain Makoko Floating School atau Sekolah Mengambang Makoko. Untuk mengatasi perubahan iklim di Nigeria. Perubahan iklim tak terduga di di Laguna Lagos, Nigeria, telah menghasilkan beberapa solusi desain menarik yang menguji ketahanan bangunan dan kebutuhan untuk mengatasi perubahan ini.

NLE Architects yang disponsori oleh United Nations Development Programme (UNDP) dan Heinrich Boell Foundation dari Jerman menjawab tantangan tersebut. NLE mendesain Makoko Floating School atau Sekolah Mengambang Makoko. Sekolah tersebut merupakan tahap pertama dalam tiga tahap pengembangan yang akan menjadi sebuah komunitas mengambang, lengkap dengan hunian mengambang. Proses ini sudah dimulai tahun lalu, Oktober 2012, dan rampung pada Februari awal tahun ini.

Makoko floating scholl ini memanfaatkan bahan dan sumber daya lokal untuk menghasilkan bangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan juga mencerminkan budaya lokal. Kayu yang digunakan sebagai bahan utama sebagai struktur, dukungan dan finishing  untuk bangunann sekolah.

Bentuk bangunan sekolah ini adalah segitiga, yang memiliki tiga lantai, yaitu lantai dasar, lantai kedua, dan lantai ketiga dengan luas paling kecil jika dibandingkan dengan kedua lantai lainnya. Ruang kelas rencananya ditempatkan pada lantai kedua. Lantai dasar digunakan sebagai tempat bermain. Semua ruang ini akan dikelilingi oleh tanaman hijau.

Lalu, Anda pasti bingung bagaimana bangunan ini dapat mengapung.  Struktur ini beralaskan tong-tong plastik (plastic barrels ). Meski tampak sederhana, tong tersebut mampu membuat struktur ini mengambang sekaligus menampung kelebihan air hujan dari sistem penampungan air hujan di atap.

Sumber : Ideaonline

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita