140 Kamis, 07 November 2013 | 11:46:32

Tunggakan PBB Capai Rp170 M, Depok Tagih Door to Door

Tunggakan PBB Capai Rp170 M, Depok Tagih Door to Door

Tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Depok mencapai Rp170 miliar. Tunggakan tersebut terjadi dalam kurun waktu 10 tahun. Kepala Bidang Pendapatan II Dinas Pendaparan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Pemkot Depok, Supian Suri mengungkapkan, penagihan tersebut bersamaan dengan peralihan pengelolaan PBB dari Ditjen Pajak ke DPPKA Depok.

Menurutnya, hal tersebut telah tertuang dalam peraturan Walikota Nomor 66 Tahun 2012. Peralihan tersebut mengenai pendataan ulang sekaligus memberi keringanan bagi wajib pajak yang menunggak atau tertagih.

"Pemkot Depok menerima tagihan PBB warga sejak 2012, aturan itu tentang tatacara pemberian keringanan pembayaran piutang pajak PBB peralihan," katanya, Kamis (7/11/2013).

Adapun isi lainnya terkait aturan tersebut adalah wajib pajak dibebaskan membayar sanksi administrasi atau denda termasuk pokok PBB dalam periode 2001-2002. Kemudian membayar piutang pokok pajak 50 persen dalam kurun 2003-2005, dikenai pembayaran pokok 75 persen dalam kurun waktu 2006-2009, dan diwajibkan membayar pokok 100 persen periode 2010-2011.

Dia juga menyebut jika keringanan tidak diberikan secara massal, tetapi harus ada pengajuan dari masyarakat untuk memproses keringanan tersebut. "Dan bagi yang tidak mengajukan tetapi mau ingin tetap bayar, bayar sesuai ketentuan awal," ujarnya.

Selain itu, peralihan tersebut juga memerlukan verifikasi lantaran banyaknya perubahan fungsi tanah berdasar kepemilikan. Misalnya, perubahan lahan kosong menjadi bangunan.

"Verifikasi inilah diterjunkan petugas DPPKA semata-mata validitas, yang ditandai dengan stiker-stiker setiap rumah," katanya.

Stiker itu, lanjutnya, bukan berarti tanda pelunasan PBB melainkan sebagai tanda verifikasi pendataan yang berasal dari Ditjen Pajak ke Pemkot Depok.

"Petugas akan mendatangi rumah-rumah lalu difoto sehingga sesuai antara data verifikasi lapangan dengan data bersumber Ditjen Pajak," tutupnya. (nia)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita