321 Rabu, 30 Oktober 2013 | 11:50:55

Gedung Lonsum Refleksi Kejayaan Perkebunan Zaman Kolonial

Gedung Lonsum Refleksi Kejayaan Perkebunan Zaman Kolonial

Sepintas lalu, gedung Gedung London Sumatra di Kota Medan, Sumatra Utara, hanyalah gedung bersejarah. Tetapi jika ditilik lebih jauh, gedung tua itu merupakan saksi bisu kejayaan industri perkebunan zaman kolonial Belanda. Gedung Lonsum adalah salah satu peninggalan zaman kolonial yang hingga kini masih berdiri. Saat didirikan, gedung ini merupakan kantor dari perusahaan perkebunan milik Harrisons & Crossfield Plc, perusahaan perkebunan dan perdagangan yang berbasis di London. Oleh Harrisons & Crossfield gedung ini disebut dengan Gedung Juliana.

Seperti disarikan dari laman Pemko Medan, gedung ini di bangun pada 1906 dengan arsitekstur bergaya transisi. Gaya tersebut terlihat dari bentuk gevel atau fasad depan yang menjadi ciri rumah-rumah yang menghadap sungai di Eropa pada transisi akhir abad 19.

Setelah Indonesia merdeka kepemilikan Harrisons & Crossfield Plc akhirnya dinasionalisasi dan berubah menjadi PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).

Walau begitu, perubahan kepemilikan tersebut tidak berpengaruh pada perubahan fisik maupun fungsi dari Gedung London Medan. Hingga kini, Gedung London Medan masih digunakan sebagai pusat dari Lonsum.

Oleh karena itu Badan Warisan Sumatra (BWS) menggolongkan Gedung London Medan tersebut sebagai benda cagar budaya. Letak Gedung London Medan yang berada di kawasan pusat kota, memudahkan akses bagi wisatawan yang ingin menelusuri berbagai wisata di pusat kota.

Salah satu fakta yang istimewa dari penelusuran historisitas Gedung London Sumatera (Lonsum), adalah kantor pusat Harrisons & Crossfield, Plc di London, Inggris justru menjiplak persis arsitektur Gedung London Medan yang notabenenya merupakan cabang perusahaannya.

Di sekitar Gedung London Medan juga terdapat beberapa bangunan tua peninggalan Belanda dengan gaya arsitekstur transisi, seperti Kantor Pos Medan, Gedung Jakarta Lloyd yang pada saat didirikan adalah kantor perusahaan pelayaran The Netherlands Shipping Company, dua buah bank swasta yang dulu merupakan gedung dari The Netherlands Trading Campany atau Nederlandsche Handel Maatschappij dan sempat menjadi Kantor Rotterdam`s Lloyd.

Selain itu ada pula gedung Bank Indonesia yang dulu merupakan kantor Javasche Bank. Di samping itu di kawasan Gedung London Medan ini juga terdapat sebuah hotel peninggalan zaman kolonial. Bagi para penikmat arsitekstur, kawasan tersebut tentunya bisa menunjukkan historisitas arsitekstur dan perkembangan tata letak Kota Medan.

Gedung London Medan dan kawasannya tentu juga bisa memenuhi hasrat fotografi wisatawan. Objek-objek di kawasan ini bisa dirangkum dalam tema keadaan tempo dulu kota Medan. Koleksi tersebut terutama didapat dari objek-objek bangunan dengan corak arsiteksturnya serta ornamen-ornamennya. Dari koleksi tersebut, wisatawan dapat membandingkan Kota Medan dulu hingga sekarang. (nia)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita