228 Senin, 28 Oktober 2013 | 09:23:00

Pemerintah Swiss Dukung Indonesia Perluas "Green Building"

Pemerintah Swiss Dukung Indonesia Perluas

Pemerintah Swiss mendukung pemerintah Indonesia dalam hal ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memperluas inisiatif green building untuk kota-kota di seluruh Indonesia. Memperbanyak green building untuk mengurangi emisi karbon dan konsumsi energi bangunan, sumber daya air untuk mengurangi gas rumah kaca dan penghematan biaya usaha.

Demikian terungkap dalam pertemuan antara Direktur Jenderal Cipta Karya, Kemen PU, Imam S Ernawi, bersama delegasi Bisnis dan Media Swis yang dipimpin oleh Federal Councellor Mr. Johan Schneider Amman di Gedung Kementerian PU, Sabtu (26/10).

"Kunjungan rombongan tersebut untuk melakukan pertemuan guna membahas dan membantu Indonesia mengenai green building nasional dan menghentikan gas rumah kaca,” kata Imam S Ernawi, kepada SP, Minggu (27/10).

Turut hadir dalam pertemuan itu adalah Heinz Walker - Nederkoorn , Duta Besar Swiss untuk Indonesia dan Timor Leste dan Sarvesh Suri, Country Manager IFC di Indonesia.

Imam mengatakan, upaya bersama ini, didukung oleh pemerintah Swiss dengan tujuan untuk mengurangi emisi karbon dan konsumsi energi bangunan, sumber daya air untuk mengurangi gas rumah kaca dan penghematan biaya usaha.

Sebuah studi terbaru dari Dewan Nasional Indonesia mengenai perubahan iklim yang diluncurkan pada tahun 2010, kata Imam, menunjukkan, sektor bangunan di Indonesia menyumbang 27 persen dari total penggunaan energi negara pada tahun 2004, pengguna energi terbesar ketiga setelah sektor industri dan transportasi.

“Penggunaan ini diperkirakan akan meningkat hingga 40 persen pada tahun 2030 , sehingga penting bagi pemerintah untuk mendorong transisi ke bangunan hijau,” kata dia.

Ia menambahkan, kemitraan strategis antara pemerintah Indonesia, International Finance Corporation (IFC) dan pemerintah Swiss telah membantu Indonesia dalam membuat inisiatif green building lebih dari sebuah konsep.

Selain itu, untuk mempromosikan konsep green building, gedung kantor utama Kementerian PU dirancang sesuai dengan kriteria green building dan telah dianugerahi peringkat Platinum dari Green Building Council Indonesia.

Dengan dukungan dari pemerintah Swiss , IFC menyediakan berbagai bantuan teknis termasuk mengukur dampak potensial dari peraturan melalui analisis biaya-manfaat, membantu dalam penyusunan peraturan bangunan hijau dan mengembangkan alat-alat pendukung untuk pelaksanaan yang efektif, dan memfasilitasi mekanisme pembiayaan untuk mendorong partisipasi sektor swasta.

Menurut Duta Besar Swiss untuk Indonesia dan Timor Leste, Heinz Walker – Nederkoorn, sebagai pendukung standar bangunan secara sukarela sukarela, Swiss sangat menghargai komitmen Kementerian PU untuk mempromosikan dan mengembangkan solusi bangunan berkelanjutan untuk membuka jalan menuju ekonomi hijau.

"Manfaat dari bangunan hijau hanya dapat dicapai melalui upaya bersama dari para pembuat kebijakan dan sektor swasta, dan kami sangat senang dapat mendukung pelaksanaan green building kode di tingkat nasional dan sub - nasional di Indonesia melalui IFC,” kata dia.

Sarvesh Suri, Country Manager IFC di Indonesia, mengatakan, IFC juga menyarankan kepada pemerintah dalam pengembangan peralatan bangunan hijau yang mengatur energi dan kebutuhan air untuk efisiensi komersial dan bangunan rumah bertingkat tinggi di kota-kota besar.

Inisiatif ini menghasilkan Jakarta Green Building Code, yang mulai berlaku pada April 2013, sebagai bagian dari kerjasama antara IFC dan Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan Jakarta.

"Dengan para ahli jaringan global kami, IFC memberikan bantuan teknis kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam upaya mempromosikan bangunan berkelanjutan di seluruh negeri," kata Sarvesh Suri.

Sumber : Berita Satu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita