123 Jum'at, 25 Oktober 2013 | 09:43:45

Hotel Mewah Menjamur di Kota Lapis Kedua China

Hotel Mewah Menjamur di Kota Lapis Kedua China

Bila di Indonesia hotel mewah hadir di ibukota dan kawasan wisata dunia seperti Bali, maka di China justru menjamur di kota lapis kedua (second-tier cities). Ekspansi jaringan hotel mewah dunia ke kota lapis kedua mengindikasikan bahwa dorongan konsumsi telah mengalami pergeseran. Masyarakat yang tinggal di kawasan ini lebih royal dalam membelanjakan uangnya untuk menikmati fasilitas akomodasi.

Mereka, jaringan hotel mewah dunia, yang kepincut kemakmuran China adalah The Ritz-Carlton yang membuka properti baru sejumlah 277 kamar di Tianjin. Kota ini merupakan kota metropolitan berbasis industri. Selain di sini, The Ritz-Carlton juga melebarkan sayapnya di barat daya China yakni kota Chengdu. Kedua hotel tersebut beroperasi pekan lalu.

Tak hanya itu, The Ritz-Carlton juga berencana melipatgandakan jumlah properti yang mereka kelola sebanyak 16 hotel dalam tiga tahun ke depan.

Langkah mereka diikuti Langham Hotel Internasional yang juga akan menambah enam properti , di mana sebagian besar berada kota-kota lapis kedua. Rencana tersebut, menurut CEO divisi hotel Great Eagle Holdings, Brett Butcher, akan dilakukan dalam tiga tahun mendatang.

Ekspansi agresif yang dilakukan jaringan hotel mewah ini, berlawanan dengan kampanye penghematan yang diluncurkan Pemimpin China. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk mencegah pejabat menghabiskan uang rakyat demi pertemuan dan perjalanan mewah.

Hasilnya, kinerja tingkat hunian hotel-hotel kelas atas ini memang anjlok sejak aturan tersebut berlaku.

Ada pun Hotel Ritz-Carlton yang masih kecil pangsa pasarnya, belum terkena dampak dari kebijakan ini sebagaimana halnya yang dialami hotel mewah lainnya. Hotel ini, nantinya akan berhadapan langsung dengan St Regis sebagai fasilitas penginapan untuk kalangan tajir.

Hanya, mereka harus dapat memastikan cukup banyak tenaga kerja terampil demi memberikan layanan berkualitas tinggi. Hal ini merupakan tantangan besar yang harus mereka taklukkan, mengingat di kota-kota lapis kedua China, masih kurang praktek industri jasa yang berkualitas.

Seorang profesor departemen manajemen pariwisata Universitas Shanghai, Dia Jianmin, mengatakan, tantangan berat tersebut, sejatinya merupakan investasi jangka panjang yang harus dilakukan pebisnis hotel jika ingin bertahan dalam waktu sangat lama.

Hal ini bukannya tidak disadari The Ritz-Carlton. Regional Vice President at Ritz-Carlton Asia Pacific, Michelle Caporicci, mengungkapkan, pihaknya mendatangkan 90 staf yang berpengalaman dari seluruh dunia ke Tianjin untuk memberikan pelatihan kepada calon karyawan hotel sebelum mereka menerima tamu pertamanya.

The Ritz-Carlton Tianjin, bahkan, telah menyewa manajer umum asal Perancis yang memiliki lebih dari satu dekade pengalaman bekerja di hotel mewah. Hotel ini juga telah merekrut seorang manajer setempat yang memiliki pengalaman luas bekerja untuk hotel The Ritz-Carlton di Amerika Serikat.

Butcher memastikan, pemilihan dan pemeliharaan manajer tingkat menengah lokal akan menjadi kunci untuk mengembangkan hotel kelas atas di kota-kota lapis kedua China.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita