120 Selasa, 22 Oktober 2013 | 08:42:02

Jangan Tertipu "Rendering" Proyek dari Pengembang!

Jangan Tertipu

Setiap menghadiri pameran properti, peluncuran rumah atau apartemen, konsumen akan dihadapkan dengan tampilan menawan rencana pembangunan proyek, seolah-olah bangunannya sudah jadi. Tampilan tersebut umumnya hanya imaji digital yang dibuat dengan program komputer. Benarkah hasil "rendering" tersebut kini berlebihan dan begitu menipu?

Untuk menjawab hal itu, ada baiknya Anda mengenal Peter Guthrie, seniman pembuat visualisasi arsitektural. Guthrie adalah orang yang akan ditemui para arsitek untuk "mewujudkan" karya-karya mereka.

Dalam wawancara yang dipublikasikan oleh Dezeen.com, dia mengatakan bahwa karyanya mampu memicu pembicaraan lebih luas mengenai pembangunan lingkungan. Lantas, mengenai hasil "rendering" yang mampu menipu, Guthrie menjawabnya dengan bijak.

"Kebanyakan orang familiar dengan gambar komputer, namun sulit bagi mereka mengintepretasikan sebuah gambar garis," ujar Guthrie.

Dengan kata lain, lanjut dia, gambar-gambar buatannya seharusnya hanya sebagai alat bantu agar masyarakat mendapat gambaran. Menurutnya, tak ada hal lain selain itu.

Seniman asal London itu sudah menciptakan gambar-gambar hiper-realistis. Dia sudah membuat rendering untuk Suffolk House karya Ström Architects dan rumah prefabrikasi karya Claesson Koivisto Rune.

"Saya mencoba membuat citra atmosferis dan mudah diingat tanpa menggunakan terlalu banyak trik pascaproduksi," ujar Guthrie.

"Pembuat visualisasi lain mungkin mengambil inspirasi dari film dan video game, namun itu bukan estetika yang menarik perhatian saya," tambahnya.

Bicara spesifik mengenai kemungkinan hasil "rendering" saat ini yang dinilai begitu menipu, Guthrie punya jawaban tersendiri.

"Saya pikir kami punya. Katalog Ikea 2013 memiliki, secara mengejutkan, sejumlah visualisasi di dalamnya dan kebanyakan orang tidak menyadarinya," katanya.

Guthrie percaya bahwa masyarakat saat ini begitu terbiasa dengan citra yang dibuat komputer. Gambar-gambar digital pada film atau permainan jauh lebih mudah dimengerti dan dibayangkan ketimbang gambar teknis.

"(Rendering) membuat karya arsitektur yang belum dibangun lebih dekat dan memungkinkan pembicaraan lebih besar mengenai pembangunan lingkungan," ujarnya.

Guthrie menambahkan, saat ini batasan-batasan sudah begitu tidak jelas. Para ahli visualisasi, seperti dirinya sendiri, kini dibayar untuk membuat bangunan yang belum jadi tampak seperti sudah jadi.

"Saya bahkan punya seorang arsitek di masa lalu yang meminta saya memembuat render rumah belum jadi dari arsip mereka," ujarnya.

Kesimpulannya, "rendering" dapat digunakan sebagai alat bantu bagi para konsumen. Namun, perlu diperhatikan juga catatan kecil di ujung flyer atau poster bahwa "rendering" hanya visualisasi, sementara keadaan sebenarnya di lapangan bisa diubah atau disesuaikan oleh pengembang.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita