87 Selasa, 01 Oktober 2013 | 19:26:05

Tea House and Library, Rumah Tinggal Unik Berbahan Beton

Tea House and Library, Rumah Tinggal Unik Berbahan Beton

Tea House and Library, sebuah rumah tinggal unik yang sangat kental akan gaya kontemporernya ini terletak di halaman belakang kantor arsitek Archi Union, di Yangpu, Shanghai, Cina. Rumah tinggal unik ini suskes menjadi salah satu karya menakjubkan dari Archi Union. Pada mulanya, rumah tinggal ini merupakan reruntuhan gudang yang sudah lama tidak terurus. Dibatasi dinding di ketiga sisinya dan bagian depan yang terbuka ke kolam dihalangi oleh sebuah pohon besar. Archi Union mencoba membuat desain yang bisa mengakomodasi dan mewujudkan harmonisasi dengan cara membuat ruangan terbuka yang lapang dan bisa ditempati dengan nyaman.

Rumah tinggal ini terdiri dari area publik yang menghadap ke kolam, perpustakaan di lantai atas, dan sebuah balkon segitiga yang mengelilingi pohon. Area privat seperti lounge, ruang baca, dan area service terletak di bagian belakang bangunan. Sebuah ruang transisi dibuat untuk menghubungkan area publik dan area privat. Ruang transisi ini yang menjadi vocal point bangunan, berbentuk seperti memutar melengkung dari bawah ke atas menciptakan sebuah ruang linear yang unik. Bentuk melengkung ini pertama dibuat secara digital kemudian dibuat menjadi jalinan garis-garis lurus yang direalisasikan dalam kerangka kayu 1:1. Penempatan kerangka kayu ini dirangkai sesuai konstruksi rencana digital sampai menjadi bentuk lengkung sempurna. Setelah itu baru dilakukan pengecoran beton, finishing dilakukan secara manual, jejak dari kayu masih terlihat, cacat-cacat produksi seperti kegagalan perekat dan gelembung justru semakin menyempurnakan tampilan unik bentuk lengkung ini.

Sumber : Desain Interior

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita