124 Kamis, 10 Oktober 2013 | 14:24:22

Mengemas Arsitektur untuk Austisme

Mengemas Arsitektur untuk Austisme

Bagi Anda yang memiliki putra atau putri yang berkebutuhan khusus, jangan pernah ragu untuk mendukung mereka berkreasi. Pasalnya, telah ditemukan kunci istimewa, yang dapat menguak potensi penyandang autis.

Magda Mostafa adalah sosok yang menemukan kunci tersebut. Pada 2002, mahasiswa program doktoral di Universitas Kairo, Mesir, ini mendapat proyek menarik. Ia diminta merancang pusat pendidikan pertama Mesir untuk kalangan difabel. Para arsitek muda kemudian melakukan observasi terhadap 88 anak autis dan menghasilkan desain dengan pendekatan autisme.

Magda merasa yakin dapat menemukan sebuah kode akses atau pedoman khusus yang dapat mengarahkannya memahami mengapa seluruh anak tersebut jatuh ke dalam spektrum autisme.
Bahwa karya arsitektur untuk autisme tidak melulu dikuantifikasi secara sistematis.

"Para peneliti terkadang terlalu perspektif dan membatasi kreativitas. Namun saya percaya bahwa penelitian arsitektur dapat menjadi sumber inovasi, cara untuk membawa kelompok-kelompok pengguna dengan autisme yang benar-benar memperkaya ketimbang menghalangi kreativitas. Alat dan metode psikologi lingkungan dapat menjadi sarana yang kuat, tanpa determinisme, dan dalam kerangka yang lebih besar dari proses desain arsitektur," ujarnya.

Magda telah memosisikan dirinya sebagai salah satu peneliti unggulan dalam rancangan autisme. Karya terbarunya yakni "Arsitektur untuk Autisme" diterbitkan dalam jurnal arsitektur IJAR tahun 2012 dan ASPECTSS Autisme ™ Design Index. Kedua karyanya tersebut merupakan matriks untuk membantu merancang panduan serta alat penilaian dalam mencetak lingkungan binaan para autis.

The Autism ASPECTSS ™ Design Index menyajikan 7 kriteria atau permasalahan yang memperlihatkan sebuah rancangan, melalui wawancara, kelompok khusus yang terfokus, survei dan penelitian eksperimental, untuk memfasilitasi perilaku positif dan pengembangan keterampilan pada pengguna difabel.

Kriteria tersebut adalah akustik, urutan tata ruang, ruang saluran, kompartemen, ruang transisi, zona sensor dan keselamatan. Kriteria ini menjadi dasar untuk desain matriks dan dapat membantu mengembangkan solusi desain untuk proyek-proyek tertentu. Matriks ini juga dapat dijadikan sebagai alat penilaian pasca sebuah ruang dalam lingkungan binaan, terhuni.

"Saya percaya arsitektur memiliki kekuatan luar biasa untuk membantu individu dengan autisme, dan cacat lainnya dalam menciptakan sebuah karya dengan kreativitas unggul. Hal-hal yang terjadi di sekitar para autis terkadang menghalangi kemerdekaan mereka. Nah, arsitektur yang tepat dapat membantu mendapatkan kembali kemerdekaan (kreativitas) itu," ujar Magda.

Jika Anda memikirkan masalah utama autisme menjadi pemahaman, mengatasi dan menanggapi lingkungan sensorik, Anda dapat memahami kekuatan arsitektur dalam kehidupan sehari-hari para difabel. Lingkungan yang dibangun oleh matriks tersebut menyediakan sebagian besar masukan sensorik cahaya, akustik, tekstur, warna, konfigurasi spasial, ventilasi dan lain-lain. Dengan memanipulasi desain lingkungan, kita dapat memanipulasi bahwa masukan sensorik begitu penting.

Meminimalisasi lingkungan sensorik melalui warna kalem, bahan-bahan alami, baik akustik, bentuk sederhana, ruang intim, maupun pencahayaan alami merupakan jendela berharga. Dari sini, peluang diciptakan untuk pengguna dengan autisme. Mereka bisa bebas berkreasi, berkomunikasi dan memperoleh keterampilan.

Hal-hal seperti itulah yang diusulkan indeks desain ini; membebaskan jaringan sensorik anak dari lalu lintas yang tidak perlu dan kebisingan sensorik dari lingkungan sekitar, serta   menciptakan momentum di mana mereka dapat berkomunikasi, merespon, belajar dan berinteraksi dengan lebih lama.

Dengan indeks ini pula, efek rumah kaca dapat diperangi, bila seluruh tujuh kriteria diaplikasikan dengan ketat. Sehingga para pengguna dengan autisme secara bertahap dapat  menggeneralisasi keterampilan yang baru diperoleh dalam lingkungan yang kurang terkontrol

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita