142 Rabu, 16 Oktober 2013 | 14:18:21

Hotel mewah Myanmar diguncang bom

Hotel mewah Myanmar diguncang bom

Ledakan di Hotel Traders merusak kaca jendela kamar tamu.

Bom kecil meledak di sebuah hotel mewah di kota terbesar Myanmar, Rangoon dan ledakan ini tercatat sebagai salah satu dari serangkaian ledakan belakangan ini.

Ledakan terjadi pada Senin menjelang tengah malam (14/10). Akibat ledakan itu, pecahan kaca jendela terlempar hingga 30 meter dari lokasi kejadian.

"Ini adalah bom waktu. Bom dihubungkan dengan sebuah jam," kata seorang pejabat kepolisian seperti dikutip kantor berita AFP.

Terkait kejadian ini, polisi menangkap tiga tersangka. Tak seorang pun mengaku bertanggung jawab atas ledakan.

Wartawan BBC untuk kawasan Asia Tenggara, Jonah Fisher, melaporkan bahwa bom di Hotel Traders ini tampaknya ditempatkan di salah satu kamar hotel.

"Menjelang tengah malam, bom meledak dan seorang wisatawan Amerika Serikat terluka, dan serpihan kaca menghujani jalan," jelas Fisher.

Kedutaan Amerika Serikat mengatakan telah memberikan bantuan konsuler kepada korban yang luka.

Ledakan di penginapan
Manajer hotel Phillip Couvaras mengatakan pihaknya bekerja sama dengan aparat keamanan.

Ledakan di Hotel Traders merupana ledakan terbaru dari serangkaian ledakan yang terjadi di Myanmar baru-baru ini.

Pada Jumat (11/10), ledakan terjadi di satu satu penginapan di Myanmar tengah disusul dengan dua ledakan di Rangoon hari Minggu.

Menurut Jonah Fisher, meskipun selama ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan-ledakan itu, terdapat banyak kemungkinan pelaku mengingat sejumlah kelompok bersenjata beroperasi di negara itu.

Juru bicara presiden mengatakan ia yakin bom-bom ditanam oleh orang-orang yang ingin merusak citra Myanmar ketika negara itu memegang jabatan sebagai Ketua ASEAN.

Sumber : Detik

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita