440 Kamis, 03 Maret 2016 | 11:57:27

Pengusaha Menilai Tapera Tidak Perlu Ada

Pengusaha Menilai Tapera Tidak Perlu Adasindonews

Adanya Undang-undang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) semakin tak terbendung dan hal ini tentu saja memberatkan para pengusaha. Dalam hal ini para pengusaha mencoba mencari solusi atas Tapera yang menurut mereka  sangat mmberatkan kalangan pengusaha.

Hariyadi Sukamdani selaku Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), menjelaskan bahwa solusi yang dapat ditempuh oleh pemerintah apabila ingin menggalang dana dalam jumlah besar untuk membiayai penyediaan rumah murah bagi masyarakat, tidak perlu diberlakukan Undang-undang Tapera.

Dalam hal ini Ketua Umum Apindo menyarankan bahwa pemerintah dapat memakai dana yang dikelola oleh Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Menurutnya, disana terdapat dana sebesar Rp 180 triliun yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah didalam pembiayaan penyediaan rumah murah untuk masyarakat.

Menurut Hariyadi, dana tersebut selama ini mayoritas dikelola dengan penempatan di instrumen investasi seperti saham, reksa dana serta produk investasi lainnya. Sekitar  30% saja yang digunakan untuk bantuan pembiayaan perumahan murah bagi masyarakat.

Apabila  yang di saham itu dapat dialihkan untuk pembiayaan perumahan murah justru akan sangat membantu. Jadi tidak perlu lagi membuat badan baru untuk pembiayaan perumahan, dengan demikian dapat menggunakan dana yang telah ada.

Agar  dana BPJS Ketenagakerjaan ini dapat dimanfaatkan maka dalam hal ini  pemerintah cukup mengeluarkan aturan yang tepat sebagai payung hukum. Mengenai biaya sudah tentu akan lebih murah mengingat dalam membuat kebijakan untuk memaksimalkan dana yang sudah ada, biayanya akan lebih murah, jika dibandingkan apabila pemerintah membuat lembaga baru, sudah tentu membutuhkan usaha serta  biaya yang lumayan besar. Mengingat jaringan  BPJS  sudah ada di berbagai wilayah, jadi tidak  perlu banyak investasi baru, jelasnya.

Hariyadi juga mengemukakan bahwa kebijakan yang diperlukan dalam hal ini adalah mengenai penurunan nilai imbal hasil dan penetapan alokasi pemanfaatan dana kelolaan untuk sektor perumahan yang lebih besar sekarang ini.

Dana kelolaan BPJS bukanlah merupakan dana murah, sebab dalam hal ini pemerintah memang menetapkan imbal hasil double digit. Oleh karena itu sebaiknya imbal hasilnya saja diturunkan agar jika melakukan pinjaman di BPJS bunganya bisa  lebih rendah. Selanjutnya, alokasi yang sekarang hanya sekitar  30%  dapat ditingkatkan lebih besar lagi. Menurutnya DJSN (Dewan Jaminan Sosial Nasional) jika diajak duduk bareng juga pasti mengerti dan akan menyetujui.

Sementara Suryadi Sasmita, Wakil Ketua Umum Apindo menjelaskan pada dasarnya pemanfaatan dana BPJS Ketenagakerjaan untuk sektor perumahan dinilai lebih menguntungkan bagi pesertanya. Sebab lebih fleksibel, dana bisa diambil jika peserta memerulukannya namun Tapera perlu tidak perlu peserta harus ambil. Yang menjadi pertanyaan sekarang,  perumahan untuk rakyat, tapi rakyat yang mana? Apabila menggunakan dana BPJS Ketenagakerjaan prosesnya lebih sederhana,dan tidak perlu ada dua kali punguta.

Menurut Suryadi, jika hal ini dipaksakan dan diterapkan, maka masyarakat cenderung merasa terbebani, terlebih untuk  masyarakat berpenghasilan rendah itu sendiri.

Contohnya, seorang pekerja yang berpenghasilan rendah (MBR) dan  sedang dalam posisi mencicil rumah, kemudian diterapkan aturan ini dimana mereka harus  mencicil rumah sekaligus membayar uang iuran Tapera yang katanya tabungan. Jika seperti itu lalu tabungan ini untuk siapa?  Dalam hal ini MBR menjadi keluar biaya dobel-dobel yang tadinya mau menolong MBR, malah justru membebani MBR.

Sumber: detik

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita