71 Senin, 15 Februari 2016 | 15:06:47

Target Perhotelan Di Asia Pasific Sebesar $ 8,5 Miliar

Target  Perhotelan Di Asia Pasific Sebesar  $ 8,5 Miliarkompas

Jones Lang Lasalle memprediksikan bahwa Asia Pasifik di sepanjang tahun 2016 ini akan menjadi tujuan investasi Internasional di bidang properti khususnya  perhotelan senilai US$8,5 miliar. Nilai yang diprediksikan ini jika dirupiahkan senilai Rp115,6 triliun dengan kurs rupiah Rp13.600 per dolar AS.

Sepanjang tahun 2015  JLL Hotels & Hospitality menjelaskan bahwa lebih dari 33.000 kamar hotel telah berpindah tangan di Asia Pasifik dengan nilai transaksi sebesar US$9,2 miliar atau senilai Rp125 triliun.
Menurut CEO JLL Hotels & Hospitality Asia Scott Hetherington, bahwa investor yang berasal dari negeri China, Hong Kong, dan Timur Tengah telah menggabungkan aksi akuisisi yang sangat bernilai besar pada tahun lalu. Pada tahun lalu transaksi besar yakni meliputi penjualan InterContinental Hong Kong sebesar US$938 juta dan the Westin Sydney sebesar Aus$445 juta.

Global CEO JLL Hotels & Hospitality Group Mark Wynne Smith mengemukakan, bahwa disepanjang tahun lalu, konsolidasi antara sejumlah brand hotel ternama terjadi di kawasan Asia Pasifik, seperti  pembelian Starwood oleh Marriot dan akuisisi grup Hotel Fairmont oleh Accor.

Adanya pertumbuhan pasar yang tinggi cenderung akan mendorong strategi konsolidasi antara brand hotel didalam meningkatkan pertumbuhan dan memenangi persaingan.

Cara yang terbaik didalam mensiasati di tengah persaingan dunia properti serta dengan keterbatasan yang ada didalam menghadirkan pasokan baru, adalah dengan mengakuisisi operator dengan manajemen strategis ataupun melalui kontrak waralaba.

Pada tahun 2015 yang lalu, negara Jepang menjadi negara dengan jumlah transaksi terbesar untuk  wilayah Asia Pasifik. JLL memperkirakan bahwa tren tersebut akan terus berlanjut di tahun 2016 ini. Minat investor asing, seperti dari negra China, terlihat sangat tinggi terhadap prospek investasi hotel di negara Jepang.

Dalam hal ini JLL optimis terhadap kemungkinan yang terjadi mengenai peningkatan permintaan dari investor China dalam membeli hotel sekunder di pasar Jepang di sepanjang tahun 2016. Investasi hotel oleh investor China setiap tahun berkisar US$1 miliar. Jumlah sebesar ini diperkirakan akan terus ditahun 2016, bahkan masih bisa meningkat lagi.

Disamping negara Jepang, pasar di Australia juga diyakini cukup bersaing, sementara pasar Hong Kong dan Singapura diprediksikan akan kurang aktif jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Pertumbuhan akan minat masyarakat terhadap hotel di Australia cukup tinggi apabila dibandinkan pada tahun yan lalu dan hal ini diharapkan dapat berlanjut di tahun ini, demikian yang disampaikan CEO JLL Hotels & Hospitality Australia Craig Collins. Dalam 2 tahun terakhir ini mengenai transaksi atas  aset-aset  di Asia Pasific terutama di negara Australia menunjukkan minat yang masih tinggi terhadap penawaran-penawaran utama di pasar inti Australia.

Disamping itu, berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan, realisasi penanaman modal asing di Indonesia pada tahun lalu di sektor hotel dan restoran telah mencapai US$650,19 juta atau senilai Rp8,8 triliun.

Sedangkan, penanaman modal domestik di sektor yang sama telah mencapai Rp3,9 triliun. Meskipun tidak mengungkapkan pertumbuhan spesifik investasi di sektor hotel, BKPM  mencatat pertumbuhan rata-rata realisasi investasi pada tahun lalu mencapai 15% untuk investasi domestik dan 19,2% untuk investasi asing hal ini jika dibandingkan dengan tahun 2014.

Potensi pasar serta jumlah tenaga kerja produktif yang tinggi di Indonesia menjadi faktor utama yang dapat menjamin investor terus menanamkan modal. Terdapat 3 (tiga)  negara yang aktif berinvestasi di sektor properti secara umum di Indonesia yaitu Singapura, Jepang dan China.

Konsultan properti Cushman & Wakefield Indonesia mengatakan bahwa industri perhotelan di Indonesia masih cukup potensial walaupun permintaan relatif menurun pada  tahun lalu akibat perlambatan ekonomi.

Indonesia, tepatnya kota Jakarta masih menjadi kota nomor satu kiblat investasi properti, di bidang perhotelan. Di tahun 2016, Cushman & Wake field memprediksikan akan ada penambahan pasokan sebanyak 3.300 kamar hotel baru di Jakarta.

Dengan adanya penambahan tersebut, pasokan hotel bintang 3 sampai dengan bintang 5 di Jakarta akan mencapai 34.900 kamar di akhir tahun 2016.

Sumber : JLL

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Terkini

Selengkapnya

Referensi

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita